Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Identification of Bioactive Compounds in Cassia Alata Using GC-MS and Their Potential Against Microorganisms That Cause Skin Infections Khairiah, Ardian; Agustin, Olivia; Dasumiati
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol. 19 No. 1 (2026): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v19i1.46482

Abstract

Cassia alata is widely used in traditional medicine for treating skin infections, yet its antifungal properties and chemical constituents remain underexplored. This study aimed to identify bioactive compounds in C. alata leaves and evaluate their antioxidant and antimicrobial potential. Phytochemical analysis was performed using Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS). Antioxidant activity was assessed using the 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) radical scavenging assay. Antimicrobial efficacy was tested against Staphylococcus aureus, S. epidermidis, Malassezia furfur, and Trichophyton rubrum at extract concentrations of 6; 9; 12; and 15%. GC-MS analysis revealed six major peaks, with myo-inositol identified as the dominant compound. The extract exhibited weak antioxidant activity, with an ICβ‚…β‚€ value of 174.9 ppm. However, significant antifungal activity was observed, particularly against M. furfur and T. rubrum, with the most effective inhibitory concentrations at 12% and 15%, respectively. Despite its modest antioxidant effect, C. alata leaf extract demonstrates promising antifungal potential, especially against common fungal pathogens associated with skin infections. These findings support the traditional use of C. alata and highlight its potential as a natural antifungal agent.
Respons Morfologi dan Anatomi Kultivar Cabai (Capsicum annuum L) dan Penetapan Tingkat Toleransinya terhadap Defisit Air: Morphological and Anatomical Response of Chili Cultivars (Capsicum annuum L) and Determining Their Tolerance Level to Water Defici Evelyn, Carolina; Gunawan, Indra; Widiyono, Wahyu; Syukur, Muhamad; Trikoesoemaningtyas; Dasumiati; Lestari, Peni
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 15 No. 3 (2024): Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI)
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.15.3.163-171

Abstract

Kekeringan menyebabkan kerugian ekonomi pada usahatani cabai (Capsicum annuum L.) di Indonesia. Identifikasi kultivar cabai toleran kekeringan diperlukan sebagai langkah awal perakitan varietas cabai toleran kekeringan. Penelitian bertujuan mengidentifikasi perubahan morfo-anatomi beberapa kultivar cabai dan menetapkan tingkat toleransinya terhadap kondisi kekurangan air menggunakan ISK (Indeks Sensitivitas Kekeringan). Penelitian dilaksanakan di bulan Februari – Agustus 2022 di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Cibinong, Jawa Barat. Percobaan disusun berdasarkan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) pola tersarang. Petak utama adalah kelembaban media (80% dan 35% kapasitas lapang). Anak petak adalah enam kultivar cabai. Hasil menunjukkan defisit air menyebabkan tanaman dorman, umur berbunga dan umur panen menjadi lebih lama, kerapatan trikoma meningkat, sedangkan peubah lain menurun. Penurunan pertumbuhan vegetatif dan tertundanya pembungaan (fenologi) mendahului penurunan hasil. SSP dan Genie ditetapkan toleran terhadap kondisi defisit air berdasarkan nilai ISK. Kata kunci: cekaman kekeringan, fenologi, indeks sensitifitas kekeringan, toleransi kekeringan