Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PENGGUNAAN TEKNOLOGI BLOCKCHAIN PADA SEKTOR KEUANGAN DALAM MENGOPTIMALKAN SIKLUS PENDAPATAN Dian Anugrah; Mutiara Nasir; Nabila Husaini; Fahiratul Husna; Beby Hamsar; Yusril Nurdin; Trian Fisman Adisaputra; Muh. Akram Iswan
Moneta: Jurnal Manajemen & Keuangan Syariah Vol 3 No 1 (2024): MONETA : Jurnal Manajemen dan Keuangan Syariah
Publisher : Program Studi Manajemen Keuangan Syariah IAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/moneta.v3i1.11146

Abstract

Teknologi blockchain memberikan potensi besar dalam meningkatkan efisiensi dan keamanan transaksi keuangan. Dalam beberapa tahun terakhir, blockchain telah menjadi topik yang semakin diminati di berbagai sektor, termasuk sektor keuangan. Dengan demikian, teknologi blockchain dapat membantu meningkatkan efisiensi dalam siklus pendapatan keuangan, memungkinkan transaksi yang lebih cepat dan lebih murah, serta meningkatkan keamanan data transaksi. Namun, penggunaan teknologi blockchain juga memiliki tantangan tersendiri, seperti masalah skalabilitas dan kerja sama antar pemangku kepentingan dalam mengatasi kendala regulasi. Dalam analisisnya, penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yaitu studi literatur. Teknologi blockchain dapat mengoptimalkan siklus pendapatan melalui beberapa cara, antara lain meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, mempercepat pemrosesan transaksi dengan smart contract, menurunkan biaya transaksi internasional, meningkatkan keamanan transaksi, dan memperluas akses layanan keuangan.
Implementasi Kepemilikan Emas dengan Akad Murabahah pada Produk Solusi Emas Hijrah di Bank Muamalat KCP Parepare Nurfitria Hidayatillah; Mutiara Nasir; Khumaerah, Kamila; Natsir, Ahmad Nizar
Jurnal Bersama Ilmu Ekonomi (EKONOM) Vol. 1 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/ekonom.v1i4.396

Abstract

This research aims to analyze the implementation of Gold Ownership Financing (PKE), specifically the 'Solusi Emas Hijrah' product by Bank Muamalat KCP Parepare. It focuses on the dual akad (contract) structure of Murabahah Tanpa Wakalah (cost-plus sale without agency) and Rahn (pawn/collateral), as well as Sharia compliance and regional operational risk mitigation. The background problem arises from the tension between the demand for installment-based gold investment and the classic Fiqh Muamalah principle requiring spot (cash) transactions for gold sales (yadan bi yadin). The main findings indicate that the Solusi Emas Hijrah product is normatively compliant, achieved through fixing the total sale price over the financing tenor of up to 120 months (ensuring there is no riba al-nasi’ah or deferred interest), and the mandatory pledging of the 24-karat gold through the Rahn contract, where itis stored by the bank until the financing is settled. The pledged gold must be stored centrally in the Head Office/Main Branch Treasury (Khasanah Kantor Pusat/KCU), not at KCP Parepare, due to the Sub-Branch Office's (KCP) infrastructure limitations. This centralization is effective in mitigating physical security and credit risk, where late payment fines are allocated to the Charity Fund (Dana Kebajikan), but simultaneously increases operational risk related to the logistics and chain of custody of assets at KCP Parepare.