Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

SPIRITUALITAS IGNASIAN MEMANDANG PENDERITAAN Susanto, Gabriel Abdi
Spiritualitas Ignasian: Jurnal Kerohanian dalam Dunia Pendidikan Vol 24, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Sanata Dharma University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/si.v24i2.10032

Abstract

Ignatian spirituality places particular emphasis on the meaning of suffering as a means of drawing closer to Christ. In the teachings of Ignatius Loyola, suffering is not seen as an end in itself, but as a path to respond to Christ’s call with fidelity. Through meditations such as The Call of the King and The Meditation on Two Standards, retreat participants are invited to understand suffering as an integral part of a life centered on God, where suffering becomes a way to experience a deeper connection with the Christ who suffered. In this context, suffering is not sought for its own sake, but as an expression of detachment and willingness to follow God’s will in all circumstances. By accepting suffering, one experiences the liberating love of God, leading to inner transformation and a deeper understanding of faith. Ignatian spirituality thus places suffering as an essential part of the spiritual journey, guiding the individual to a more meaningful life in unity with Christ.
Algoritma sebagai Subjek Etis: Analisis Filsafat Komunikasi terhadap Moralitas Sistem Kecerdasan Buatan Susanto, Gabriel Abdi
Dekonstruksi Vol. 11 No. 02 (2025): Jurnal Dekonstruksi Volume 11.2
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v11i02.302

Abstract

Algorithms in artificial intelligence (AI) systems are increasingly playing a role in shaping the landscape of digital communication. However, studies in communication philosophy often treat algorithms merely as technical tools rather than ethical subjects. This article examines how algorithms, particularly in social media, contribute to shaping public opinion, fostering social polarization, and carrying ethical implications. Using a communication philosophy approach, the article highlights the moral aspects of algorithms and the challenges and opportunities in creating more ethically responsible AI systems.
Disarming Communication: : Refleksi Atas Pesan Paus Fransiskus di Hari Komunikasi Sosial Sedunia Ke-59 Susanto, Gabriel Abdi
Dekonstruksi Vol. 11 No. 03 (2025): Jurnal Dekonstruksi Volume 11.3
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v11i03.338

Abstract

Tulisan ini mengkaji pesan Paus Fransiskus dalam peringatan Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-59 yang berjudul Share with gentleness the hope that is in your hearts (cf. 1 Pet 3:15-16). Paus menggarisbawahi tantangan disinformasi, polarisasi, dan dominasi kekuatan tertentu dalam komunikasi publik. Fokus utama pesan ini adalah membangun komunikasi yang membawa harapan, menghindari agresivitas, dan menumbuhkan budaya dialog. Studi ini mengupas pesan tersebut dalam konteks komunikasi sosial Gereja dan relevansinya dalam era digital saat ini.
Tinjauan Kritis atas Berkembangnya Media Sosial dan Ancaman Terhadap Media Mainstream Menurut Manuel Castells Susanto, Gabriel Abdi
Dekonstruksi Vol. 11 No. 01 (2025): Jurnal Dekonstruksi Volume 11.1
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v11i01.288

Abstract

Artikel ini menganalisis dampak berkembangnya media sosial terhadap media mainstream melalui perspektif pemikiran Manuel Castells. Dalam konteks perubahan paradigma komunikasi yang ditandai oleh munculnya masyarakat jaringan, media sosial berfungsi sebagai kekuatan disruptif yang mengubah cara individu berinteraksi, berpartisipasi dalam diskursus publik, dan mengakses informasi. Meskipun media sosial memberikan ruang bagi suara-suara yang terpinggirkan dan memfasilitasi mobilisasi sosial, tantangan seperti disinformasi dan polarisasi juga muncul, mengancam integritas diskursus publik. Melalui studi kasus Arab Spring, artikel ini menggambarkan bagaimana media sosial tidak hanya berperan dalam pengorganisasian gerakan sosial tetapi juga menantang dominasi media tradisional dalam membentuk narasi publik. Artikel ini menekankan pentingnya pendidikan literasi media dan regulasi yang lebih baik untuk mengelola interaksi antara media sosial dan media mainstream. Dengan memahami dinamika ini, diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan potensi media sosial sambil mengatasi risiko yang ada, sehingga memastikan media berfungsi sebagai pilar demokrasi yang sehat.