Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KETAHANAN HIDUP PENDERITA KANKER SERVIKS DI INDONESIA SYSTEMATIC REVIEW Muchtariza, Suci; Masnarivan, Yeffi
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i1.3248

Abstract

Secara global kanker serviks menempati urutan keempat terbanyak pada wanita di dunia. Pada tahun 2020, diperkirakan 604.000 wanita didiagnosis kanker serviks di seluruh dunia dan sekitar 342.000 wanita meninggal karena kanker serviks. Adapun tujuan penulisan adalah mengidentifikasi dari berbagai penelitian-penelitain yang sudah ada mengenai ketahanan hidup penderita kanker serviks di Indonesia serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhinya. Studi ini merupakan systematic literature review dengan metode PRISMA melalui empat tahap, yaitu identifikasi, skrining, kelayakan dan hasil yang diterima. Studi ini mengkaji beberapa literatur tentang ketahanan hidup (survival) pasien kanker serviks. Studi ini mengkaji permasalahan berdasarkan elemen PICO dengan menggunakan beberapa database yaitu: Pubmed dan Google Scholar.  Penulis menganalisa 7 artikel yang telah di screening yaitu dari 7 penelitian yang direview diperoleh desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian cross sectional retrospektif (n=1) dan kohort retrospektif (n=6). Sehubungan dengan tahun publikasi dalam artikel yang direview, rentang tahun penelitian yang diterbitkan 2019-2023. Semua sampel dalam penelitian adalah pasien kanker serviks. Terdapat perbedaan tingkat kelangsungan hidup kanker serviks serta beberapa faktor yang mempengaruhi Tingkat kelangsungan hidup pada pasien kanker serviks , diantaranya yaitu profil klinikopatologi (Usia, Histopatologi dan Stadium), Faktor Risiko (Paritas, Pendidikan, Jumlah Pernikahan, Gangguan Menstruasi, Kontrasepsi, Riwayat Kanker, Indeks Massa Tubuh, Daerah Tempat Tinggal) serta Faktor prognostic (tipe kemoradiasi, tipe kemoterapi, tipe radiasi, teknik radiasi). Terdapat perbedaan dalam tingkat kelangsungan hidup kanker serviks antar negara. Pada artikel ini membahas tentang Tingkat kelangsungan hidup pasien kanker serviks di Indonesia.
Strengthening the Role of Community Health Workers and Digital Innovation in Stunting Prevention in Nagari Dusun Baru Tapan, Pesisir Selatan Regency, West Sumatra Province Masnarivan, Yeffi; Ramadhan, Nugraha; Muchtariza, Suci; Rivan, Yoko Masna; Rasyid, Zul Azizir; Putri, Helga Eka; Gumilang, Yuza Ahmad
Warta Pengabdian Andalas Vol 32 No 4 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jwa.32.04.489-496.2025

Abstract

Stunting is still a public health problem in Indonesia, particularly in one with less of nutrition and health knowledge. It results in long-term impacts on learning, cognitive development, productivity, and risk of noncommunicable diseases. The relationship between home visits by community health workers and the concomitant effect of digital innovations to prevent stunting can be seen in this study, where it was conducted in Nagari Dusun Baru Tapan, Pesisir Selatan, West Sumatra. These community services were incorporated into the 2025 Community Service Program of Andalas University which included promo-gizi, local processed food processing training and monitoring of nutritional status in toddlers using Android-based application GiziAnakKu. The program was centered around 1,000 days of life as a crucial window period for child development through nutrition, including the practice of exclusive breastfeeding and complementary feeding and balanced diet behaviors. Results from surveillance showed that most of the toddlers possessed acceptable nutrition (85.3%), however, 14.7% were stunted and 8.8% had an increased risk of overnutrition indicating double burden of malnutrition. Attendees appreciated the training and reinforced the value of sustainable community-based intervention. Through empowerment of community health workers and use of digital technology, the present study adds to definitions for comprehensive stunting prevention that can become best practice in similar areas.