Tanaman mentimun (Cucumis sativus L.) memiliki produktivitas rendah di Indonesia, salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi tanaman mentimun yaitu dengan penggunaan zat pengatur tumbuh. Zat pengatur tumbuh giberelin dapat mempercepat pertumbuhan pada organ tanaman dan meningkatkan ukuran pada bobot buah. Praktik Kerja Lapangan dilaksanakan pada tanggal 03 Oktober – 03 Desember 2022 di Kelompok Tani Dangiang Tani Abadi Sumedang dengan metode observasi, wawancara, dan studi literatur. Tujuan observasi ini yaitu untuk mengetahui pengaruh penggunaan zat pengatur tumbuh giberelin terhadap tinggi dan berat buah mentimun. Observasi dilakukan dengan pemberian zat pengatur tumbuh giberelin dengan dosis 5ml/10 L air atau 0,5 ml/L air pada lahan seluas 380 m2 dengan jarak tanam 30 x 60 cm. Hasil observasi menunjukkan bahwa penggunaan zat pengatur tumbuh giberelin berpengaruh terhadap tinggi tanaman mentimun. Waktu pemberian zat pengatur tumbuh giberelin yang tidak sesuai dengan anjuran menjadikan hormon giberelin tidak terbukti efektif terhadap bobot bersih buah mentimun.