Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STUDI KETERKAITAN ANTARA KARAKTER LOKASI DENGAN TIPOLOGI HUNIAN SEWA (KASUS : KAMPUNG KARET BELAKANG,KARET KUNINGAN) Nadia Resita Christantia
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2075.76 KB)

Abstract

ABSTRAKPerkampungan Karet Kuningan mengalami tekanan akibat pertumbuhan kawasan komersial. Perkembangan pusat bisnis di Kawasan Segitiga Emas, memunculkan tendensi fenomena permintaan akan tenaga kerja dan fungsi pendukung dari pusat bisnis. Memicu kampung karet kuningan untuk terus beradaptasi akan setiap perubahan dan pembangunan yang terjadi. Adaptasi yang kian terjadi menjadi fenomena baru dalam kampung dimana pertumbuhan fungsi menjadi daerah komoditas yang sangat padat.Perkampungan Karet Kuningan beradaptasi menjadi hunian sewa yang  dilakukan oleh masyarakat penghuni kampung Karet yang merupakan pengembang berskala kecil, yang kemudian menjadi pengaruh untuk terus melakukan pengembangan tanpa adanya tuntutan hukum pemerintah dan tidak terencana. Perkembangan yang tidak terencana oleh pengembang berskala kecil ini menyerupai yang disebut oleh ULI dengan small scale developer builders. Hampir keseluruhan kampung Karet ini beralih fungsi menjadi hunian sewa dengan pola pengembangan serta pertumbuhan yang relative tidak terencana/inkremntal. Namun produk hunian sewa yang dihasilkan menggambarkan terdapat keteraturan bila dilihat dari segi intensitas pengembangannya serta terlihat adanya keterkaitan dengan lokasi dimana hunian tersebut berada. Melihat pesatnya perkembangan area komersil pada tahun-tahun mendatang, serta rencana tata kota Jakarta oleh pemerintah, menimbulkan kemungkinan akan keberadaan Kampung Karet Kuningan selanjutnya.  Kata Kunci :     kampung, transformasi, hunian sewa, inkremental, tipologi  ABSTRACTPerkampungan Karet Kuningan have pressure because the growth of commercial area. The growth of central business area in Segitiga Emas, raises of the tendency about employment and supporting function business center. Trigger their rubber kuningan to continue to adapt will any change and construction of a happened. Transformation continuing happens to be new phenomenon of the village where growth function areas very dense commodities. Perkampungan Karet Kuningan transform into rental housing conducted by the community of Kampung Karet Kuningan itself. Who later became influence to keep developing without any lawsuits the government and not planned. The development not planned by the developer small-scale it resembles so called by ULI with small scale developer builders. Almost of kampung Karet Kuningan transform into rental housing develop with no pattern and relative not planned. But the product of rental housing describe there are regularity form intensity and there are related to location where the housing are located.  The rapid development commercial area in the coming years, and spatial planning Jakarta by the government, probable cause in the existence of karet kuningan next. Keyword: kampung, transformation, rental housing, incremental, tipology
PRINSIP DAN ELEMEN PARIWISATA BERKELANJUTAN SEBAGAI DAYA TARIK DAN EKSISTENSI WISATA KULINER DI PASAR LAMA TANGERANG Andhi Seto Prasetyo; Nadia Resita Christantia
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2023.v12i2.010

Abstract

Kawasan Pasar Lama Tangerang merupakan area inti dari kawasan Kota Lama Tangerang yang terbagi dalam tiga blok utama yaitu Blok Masjid Agung-Pendopo, Blok Stasiun Kereta Api dan Blok Kota Lama atau yang lebih dikenal masyarakat dengan sebutan kawasan Pasar Lama Tangerang. Aktivitas kebudayaan lama seperti kegiatan perdagangan masih terlihat didalam Blok Kota Lama terutama di koridor Jalan Ki Samaun yang menjadi pusat wisata kuliner. Lokasi kawasan ini terletak di Timur tepi sungai Cisadane. Lokasi yang strategis, meningkatnya pendapatan masyarakat dan kelengkapan jenis-jenis kebutuhan pokok dan makanan yang ditawarkan bisa menjadi alasan yang menyebabkan padatnya intensitas pengunjung ke kawasan Pasar Lama Tangerang. Kondisi tersebut mendorong untuk dilakukannya penelitian ini mengenai apa yang menyebabkan kawasan Pasar Lama Tangerang menjadi daya tarik wisata kuliner di Tangerang dengan intensitas pengunjung yang padat dan tetap eksis hingga sekarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi apa saja yang menjadikan kawasan Pasar Lama Tangerang sebagai daya tarik wisata kuliner di kota Tangerang dan bagaimana kawasan Pasar Lama Tangerang dapat tetap eksis hingga sekarang. Pendekatan yang diterapkan dalam penelitian ini berparadigma pada pendekatan induktif. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif yang mengharuskan peneliti untuk melakukan observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan RTRW Kota Tangerang Tahun 2012-2032, Pasar Lama Tangerang merupakan Kawasan Perlindungan Setempat, secara umum arahan pemanfaatan ruangnya adalah penataan ruang, revitalisasi, peningkatan kualitas pelayanan dan pengembangan wisata. Kawasan Pasar Lama Tangerang sudah terbentuk lama sejak kedatangan orang Tionghoa datang dan membentuk permukiman pecinan di tepi Sungai Cisadane pada tahun 1513. Kawasan Pasar Lama Tangerang didukung dengan fasilitas transportasi yang cukup baik yang menghubungkan dengan beberapa lokasi di sekitar Kota Tangerang dan Jabodetabek. Beberapa hal yang menjadikan kawasan Pasar Lama Tangerang dipadati pengunjung dan tetap eksis hingga sekarang adalah terdapatnya prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan dan elemen-elemen kunci pariwisata kota berkelanjutan didalam kawasan tersebut.
STRATEGI PENGEMBANGAN WISATA KAMPUNG TEMATIK BERKELANJUTAN (STUDI KASUS: KAMPUNG BEKELIR KOTA TANGERANG) Christantia, Nadia Resita; Prasetyo, Andhi Seto
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2024.v14i1.001

Abstract

Kampung Bekelir merupakan kampung wisata “warna-warni” berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan, Babakan, Tangerang Kota. Kampung Bekelir bertransformasi menjadi kampung kreatif, dahulu bernama Kampung Babakan RW 01 yang sifatnya kumuh dan rata-rata masyarakat di dalamnya memiliki permasalahan sosial. Sejak ditetapkannya kampung Babakan ini menjadi kampung kreatif sebagai kampung wisata, kondisi lingkungan dan masyarakat Kampung Bekelir mengalami banyak perubahan secara ekonomi dan sosial. Namun seiring berjalannya waktu, kampung Bekelir mengalami kemunduran dalam wisatanya, Karena Pandemi Covid 19 pada kurun waktu 3 tahun. Permasalahan yang perlu dikaji dalam penelitian ini adalah “Bagaimana mengembangkan strategi konsep pariwisata yang berkelanjutan di Kawasan Kampung Berkelir Kota Tangerang?”. Untuk menjawab permasalahan tersebut dibutuhkan penelitian lebih dalam seperti mengidentifikasi aspek fisik (lokasi, kondisi eksisting, denah/zoning, fasilitas), aspek prinsip pariwisata kota berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyusun strategi konsep pariwisata yang berkelanjutan pada Kampung Bekelir Kota Tangerang. Pendekatan yang diterapkan dalam penelitian ini berparadigma pada pendekatan induktif dan metodologi penelitian yang digunakan ialah metode kualitatif deskriptif yang mengharuskan peneliti untuk melakukan observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan Kawasan kampung bekelir sudah mulai menjaga lingkungan kampung agar tetap selalu bersih dan sehat serta mewujudkan kampung bekelir sebagai kampung wisata tematik yang berkelanjutan, dibutuhkan startegi pariwisata yang tepat dan menerapkan sepuluh prinsip pariwisata berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi masyarakat Kampung Bekelir Kota Tangerang serta sebagai masukan dan pertimbangan untuk pengambilan kebijakan di kota Tangerang maupun kota lainnya dalam perencanaan pengembangan wisata kota sejenis.