aulya, Tsaqifa
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Islamic Moderation and Jihad: Insights From Nasr Hamid Abu Zayd and Sahiron Syamsuddin on Qur'an 29:69 aulya, Tsaqifa; Syaikhah Mumtaz, Ghina
Al-Wasatiyah: Journal of Religious Moderation Vol. 3 No. 2 (2024): Al-Wasatiyah: Journal of Religious Moderation
Publisher : Pusat Kajian Moderasi Beragama dan Ideologi Pancasila UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/jrm.v3i2.73

Abstract

The verses of the Qur'an interpreted by the mufassirscontinue to develop. This is done to achieve the goal of the Qur'anwhich is ṣholi ḥ li kulli zaman wa makan. It is not surprising that themethods of interpreting the Qur'an are very diverse in order to obtainvariations in the meaning of the Qur'an in an integrative manner.This study focuses on the meaning of Jihad contained in the surah alAnkabut / 29: 69. This study discusses the interpretation of twohermeneutical figures, Sahiron Syamsuddin and Nasr Hamid AbuZayd. The questions to be studied are how do the two figures think ininterpreting the verses of jihad and how is the correlation betweenthe hermeneutical interpretation of the verses of jihad andWasathiyah Islam? The method used is the comparative method,with a combined approach between phenomenology and criticaldiscourse analysis. The results of this study reveal that both figuresdeny the existence of textual interpretations of the verses of jihad thatare only related to the context of warfare. According to Syamsuddin,the meaning of jihad in Surah al-Ankabut/29:69 can be seen in threestages: first, jihad against one's own lusts. Second, jihad against thoseclosest to us. Third, jihad against the government, state, andhomeland. Meanwhile, Zayd through his hermeneutics (tafsir alsiyaqi) explains that the meaning of jihad in Surah al-Ankabut/29:69is to free the state from all its problems. The conclusions of the twofigures are relevant to the discourse of Islamic wasathiyyah, because they offer an inclusive, contextual, and relevant perspective on theverses of jihad, so that they are able to answer the challenges of themodern world, including issues such as radicalism, global injustice,and strengthening current humanitarian values. 
MEMBENDUNG FENOMENA ISLAMOPHOBIA DENGAN KONSEP RAHMATAN LIL ‘ALAMIN aulya, Tsaqifa
Jurnal Moderasi Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jm.2023.32.04

Abstract

Di zaman globalisasi saat ini, banyak kajian penelitian yang membahas seputar keiislaman bukan sebagai pandangan hidup, melainkan hanya sebatas agama formal (normatif) saja. Sehingga Islam sebagai agama yang kaafah (sempurna), yang mengatur tata kehidupan manusia, malah hanya dijadikan sebagai aspek ritual ibadah saja. Hal ini terjadi karena banyak masyarakat yang salah dalam memahami Islam, dan kebanyakan dari mereka tidak menerapkan pada kehidupan kesehariannya. Darisitulah justru yang berkembang adalah fenomena Islamophobia. Fenomena Islamophobia muncul karena pola pikir yang salah dalam memahami agama Islam. Sehingga perlu penjelasan bahwa Islam adalah agama yang damai dan penuh rahmat. Bukan agama yang hanya mengandalkan kekerasan dalam menyelesaikan masalah atau dalam berdakwah sekalipun. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan perilaku dan sikap muslimin di Indonesia yang sesuai dengan syariat Islam yang tidak dibumbui dengan ekstremisme. Itulah yang dinamakan dengan ajaran wasathiyah. Dengan menggunakan jenis penelitian kepustakaan, kajian ini berfokus pada dua bentuk data yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diambil dari QS. Al-Anbiya :107, sedangkan data sekundernya adalah teori tentang Islamophobia dan Islam Wasathiyah. Dua data tersebut diintegrasikan untuk membendung fenomena Islamophobia di Indonesia. Ditulisan ini kami akan menjelaskan bagaimana gambaran islamophobia dan bagaimana menanggulanginya dengan menggunakan konsep Islam Wasathiyah. Kata Kunci:Wasathiyah, Islam, Islamophobia, Al-Qur’an.