Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pengaruh Pembebanan Terhadap Efisiensi Transformator Daya 30 MVA PLTMG Ambon Peaker 30 MW Michelle Huwae, Jennifer; A F Haurissa, Marceau; L. Latupeirissa, Hamles
Jurnal FORTECH Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal FORTECH
Publisher : FORTEI (Forum Pendidikan Tinggi Teknik Elektro Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56795/fortech.v6i1.6101

Abstract

Transformator daya merupakan suatu peralatan listrik yang berperan penting dalam penyaluran energi listrik dari pembangkit sampai ke konsumen yang efisiensinya harus tetap dijaga agar dapat beroperasi dengan baik. Efisiensi transformator merupakan perbandingan antara daya keluaran (Pout) dengan daya masukan (Pin) dan dinyatakan dalam persentase, dimana dalam pengoperasiannya efisiensi juga dipengaruhi oleh rugi-rugi daya yang timbul yakni rugi-rugi inti dan rugi-rugi tembaga. Semakin besar pembebanan, maka kerugian daya yang dihasilkan semakin meningkat. Oleh karena beban yang ditanggung PLTMG Ambon Peaker 30 MW bersifat fluktuatif dan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap efisiensi, maka transformator blok #1 menjadi fokus utama untuk diteliti. Dalam penelitian ini dilakukan analisis perhitungan menggunakan metode kuantitatif dengan menghitung besar rugi-rugi daya dan efisiensi transformator. Jenis data yang diperlukan untuk melakukan analisis perhitungan ini yaitu: Spesifikasi Teknis Trafo dan data historistis pembebanan tertinggi, arus, serta tegangan trafo tahun 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengoperasian transformator blok #1 pada GI Waai di PLTMG Ambon Peaker 30 MW pada pembebanan tertinggi 16,61 MW menghasilkan efisiensi sebesar 99,6285%. Dimana pada kondisi pembebanan ini efisiensi cenderung kecil diakibatkan rugi tembaga meningkat secara signifikan dengan meningkatnya arus beban (karena rugi-rugi sebanding dengan kuadrat arus). Sedangkan efisiensi tertinggi transformator 99,6506% terjadi di bulan Mei dengan besar pembebanan 13,05 MW. Hal ini dapat terjadi pada kondisi pembebanan tertentu, dimana rugi-rugi yang dihasilkan transformator saat beroperasi minimum atau nilainya kecil. Hal ini menjelaskan adanya pengaruh signifikan pembebanan yang fluktuatif terhadap efisiensi transformator, yakni semakin besar pembebanan maka efisiensi akan semakin kecil.
Analisis Pengaruh Pembebanan Terhadap Efisiensi Transformator Daya 30 MVA PLTMG Ambon Peaker 30 MW Michelle Huwae, Jennifer; A F Haurissa, Marceau; L. Latupeirissa, Hamles
Jurnal FORTECH Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal FORTECH
Publisher : FORTEI (Forum Pendidikan Tinggi Teknik Elektro Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56795/fortech.v6i1.6101

Abstract

Transformator daya merupakan suatu peralatan listrik yang berperan penting dalam penyaluran energi listrik dari pembangkit sampai ke konsumen yang efisiensinya harus tetap dijaga agar dapat beroperasi dengan baik. Efisiensi transformator merupakan perbandingan antara daya keluaran (Pout) dengan daya masukan (Pin) dan dinyatakan dalam persentase, dimana dalam pengoperasiannya efisiensi juga dipengaruhi oleh rugi-rugi daya yang timbul yakni rugi-rugi inti dan rugi-rugi tembaga. Semakin besar pembebanan, maka kerugian daya yang dihasilkan semakin meningkat. Oleh karena beban yang ditanggung PLTMG Ambon Peaker 30 MW bersifat fluktuatif dan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap efisiensi, maka transformator blok #1 menjadi fokus utama untuk diteliti. Dalam penelitian ini dilakukan analisis perhitungan menggunakan metode kuantitatif dengan menghitung besar rugi-rugi daya dan efisiensi transformator. Jenis data yang diperlukan untuk melakukan analisis perhitungan ini yaitu: Spesifikasi Teknis Trafo dan data historistis pembebanan tertinggi, arus, serta tegangan trafo tahun 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengoperasian transformator blok #1 pada GI Waai di PLTMG Ambon Peaker 30 MW pada pembebanan tertinggi 16,61 MW menghasilkan efisiensi sebesar 99,6285%. Dimana pada kondisi pembebanan ini efisiensi cenderung kecil diakibatkan rugi tembaga meningkat secara signifikan dengan meningkatnya arus beban (karena rugi-rugi sebanding dengan kuadrat arus). Sedangkan efisiensi tertinggi transformator 99,6506% terjadi di bulan Mei dengan besar pembebanan 13,05 MW. Hal ini dapat terjadi pada kondisi pembebanan tertentu, dimana rugi-rugi yang dihasilkan transformator saat beroperasi minimum atau nilainya kecil. Hal ini menjelaskan adanya pengaruh signifikan pembebanan yang fluktuatif terhadap efisiensi transformator, yakni semakin besar pembebanan maka efisiensi akan semakin kecil.