Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MEMBANGUN TOLERANSI BERAGAMA MELALUI KARTUN ANAK-ANAK: ANALISIS PESAN TOLERANSI TAYANGAN KARTUN UPIN DAN IPIN Basthoni, Riza; Mila Minhatul Maula; Wulan Maghfiroh Azzahro; Faiza Izzata Aulia; Salamatul Lailil Karomah; Mohammad Syifa Albai Haqi

Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v12i2.5730

Abstract

Berangkat dari survei oleh SETARA Institute yang menyatakan tentang adanya peningkatan jumlah pelajar intoleran sebayak 5,6 persen. Realitas ini jelas berbanding terbalik dengan semboyan “Bhineka Tunggal Ika” yang didalamnya sangat melindungi perbedaan antar golongan. Hal ini membuktikan semakin mendesaknya pembelajaran tentang nilai toleransi. Pembelajaran ini dapat dibantu dengan memanfaatkan media seperti Youtube, mengingat total penonton Youtube di Indonesai adalah sebanyak 139 Juta orang. Salah satu tayangan yang dekat dengan anak-anak di Youtube adalah kartun Upin & Ipin, yang didalamnya menceritakan kehidupan antar golongan dan agama dengan lingkungan yang mirip dengan Indonesia. Penelitan ini akan menjelaskan tentang bagaimana penggambaran pesan toleransi beragama serta aspek-aspeknya dalam tiga episode Upin & Ipin yakni, Hari Raya, Bulan Hantu dan Pesta cahaya dengan pendekatan kualitatif. Analisis yang digunakan adalah analisi isi Kripendorf yang bertujuan untuk mengetahui pesan toleransi dalam tayangan Upin & Ipin tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tayangan dari ketiga episode ini mengandung pesan-pesan toleransi beragama yang terdiri dari beberapa aspek seperti, saling menerima, kerjasama, kebebasan, dan kesabaran. Kesimpulannya tayangan ketiga episode Upin & Ipin ini dapat dijadikan salah satu inpirasi untuk membangun nilai toleransi sejak dini, karena dalam tayangan ini terdapat penggambaran bagaimana seharusnya kehidupan antar umat agama yang toleransi, yang didalamnya terkandung aspek seperti saling menerima, kerjasama, kebebasan, dan kesabaran.
MEMBANGUN TOLERANSI BERAGAMA MELALUI KARTUN ANAK-ANAK: ANALISIS PESAN TOLERANSI TAYANGAN KARTUN UPIN DAN IPIN Basthoni, Riza; Mila Minhatul Maula; Wulan Maghfiroh Azzahro; Faiza Izzata Aulia; Salamatul Lailil Karomah; Mohammad Syifa Albai Haqi
HERITAGE Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Heritage
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v12i2.5730

Abstract

Berangkat dari survei oleh SETARA Institute yang menyatakan tentang adanya peningkatan jumlah pelajar intoleran sebayak 5,6 persen. Realitas ini jelas berbanding terbalik dengan semboyan “Bhineka Tunggal Ika” yang didalamnya sangat melindungi perbedaan antar golongan. Hal ini membuktikan semakin mendesaknya pembelajaran tentang nilai toleransi. Pembelajaran ini dapat dibantu dengan memanfaatkan media seperti Youtube, mengingat total penonton Youtube di Indonesai adalah sebanyak 139 Juta orang. Salah satu tayangan yang dekat dengan anak-anak di Youtube adalah kartun Upin & Ipin, yang didalamnya menceritakan kehidupan antar golongan dan agama dengan lingkungan yang mirip dengan Indonesia. Penelitan ini akan menjelaskan tentang bagaimana penggambaran pesan toleransi beragama serta aspek-aspeknya dalam tiga episode Upin & Ipin yakni, Hari Raya, Bulan Hantu dan Pesta cahaya dengan pendekatan kualitatif. Analisis yang digunakan adalah analisi isi Kripendorf yang bertujuan untuk mengetahui pesan toleransi dalam tayangan Upin & Ipin tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tayangan dari ketiga episode ini mengandung pesan-pesan toleransi beragama yang terdiri dari beberapa aspek seperti, saling menerima, kerjasama, kebebasan, dan kesabaran. Kesimpulannya tayangan ketiga episode Upin & Ipin ini dapat dijadikan salah satu inpirasi untuk membangun nilai toleransi sejak dini, karena dalam tayangan ini terdapat penggambaran bagaimana seharusnya kehidupan antar umat agama yang toleransi, yang didalamnya terkandung aspek seperti saling menerima, kerjasama, kebebasan, dan kesabaran.
Transformasi Ekosistem Halal: Pendampingan Self Declare Berbasis Komunitas Melalui Klinik Mobile dan Halal Champion Emiarti, Endah; M.Ridho Anasya Romadhoni; Lita Nia Rahmadani; Syifaun Nadhiroh; Mila Minhatul Maula
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Desa (JPMD) Vol. 6 No. 3 (2025): JPMD
Publisher : LP3M IAIFA Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58401/jpmd.v6i3.2879

Abstract

Abstract The acceleration of halal certification for Micro and Small Enterprises (MSEs) in Bojonegoro faces significant challenges, primarily due to low digital literacy and administrative barriers. This community service aims to accelerate the self-declare halal certification process through a Community Based Research (CBR) approach. The intervention strategy involves the implementation of a "Halal Mobile Clinic" to provide on-the-spot services and the empowerment of local cadres as "Halal Champions." The service stages include participatory diagnosis, planning, action (capacity building and mobile services), and reflection. The results show a significant impact, marked by a surge in the issuance of 55 halal certificates within two months and the formation of a sustainable assistance ecosystem led by local cadres. The mobile clinic strategy successfully reduced transaction costs and psychological barriers for MSEs, while Halal Champions effectively bridged the trust gap between the community and regulators. This program proves that the hybrid model combining digital technology with a humanist approach is effective in increasing the halal compliance of MSEs in rural areas. Keywords: Halal Self Declare; Community Based Research; Mobile Clinic; Halal Champion; MSE Empowerment. Abstrak Percepatan sertifikasi halal bagi Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di Kabupaten Bojonegoro menghadapi kendala signifikan, terutama akibat rendahnya literasi digital dan hambatan administratif. Pengabdian ini bertujuan mengakselerasi proses sertifikasi halal skema self declare melalui pendekatan Community Based Research (CBR). Strategi intervensi dilakukan melalui implementasi "Klinik Mobile Halal" untuk layanan jemput bola dan pemberdayaan kader lokal sebagai "Halal Champion". Tahapan pengabdian meliputi diagnosa partisipatif, perencanaan, aksi (pelatihan kapasitas dan layanan keliling), serta refleksi. Hasil pengabdian menunjukkan dampak signifikan, ditandai dengan lonjakan penerbitan 55 sertifikat halal dalam kurun waktu dua bulan serta terbentuknya ekosistem pendampingan berkelanjutan yang dimotori oleh kader lokal. Strategi klinik mobile berhasil memangkas biaya transaksi dan hambatan psikologis UMK, sementara Halal Champion efektif menjembatani kesenjangan kepercayaan antara komunitas dan regulator. Program ini membuktikan bahwa model hybrid kombinasi teknologi digital dengan pendekatan humanis efektif meningkatkan kepatuhan halal UMK di daerah Kata Kunci: Self Declare Halal; Community Based Research; Klinik Mobile; Halal Champion; Pemberdayaan UMK.