Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi geopolitik, perdagangan, dan digitalisasi terhadap pertumbuhan ekonomi dan Foreign Direct Investment (FDI) di Indonesia. Geopolitik global yang terus berubah membawa dampak signifikan terhadap pola perdagangan internasional dan aliran investasi asing langsung. Di sisi lain, digitalisasi menjadi pendorong utama transformasi ekonomi, menciptakan peluang baru sekaligus tantangan bagi perekonomian Indonesia.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang mencakup indikator makroekonomi, indeks digitalisasi, dan data FDI selama periode tertentu. Analisis dilakukan menggunakan metode regresi linear berganda untuk mengidentifikasi hubungan antara variabel-variabel tersebut.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika geopolitik, seperti perubahan kebijakan perdagangan global dan konflik internasional, memengaruhi tingkat ekspor dan impor Indonesia. Digitalisasi terbukti mempercepat inovasi dan efisiensi dalam berbagai sektor ekonomi, meningkatkan daya saing global, dan menarik investasi asing. Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa ketimpangan digital dan ketergantungan pada infrastruktur digital yang belum merata dapat menjadi hambatan bagi pertumbuhan ekonomi dan FDI di beberapa daerah di Indonesia.Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi antara kebijakan geopolitik yang adaptif, penguatan kerja sama perdagangan internasional, dan percepatan transformasi digital sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai destinasi investasi asing.