Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

KAJIAN TEOLOGIS DAN PSIKOLOGIS PASTORAL MENGENAI LGBT Pada, Ellyazer
Jurnal Teologi Rahmat Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Teologi Rahmat
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71055/jtr.v9i1.68

Abstract

Pada era globalisasi saat ini, ada banyak fenomena yang dapat ditemukan daam kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah fenomena tentang LGBT. Belakangan ini, isu tentang lesbian, gay, biseksual, transgender (LGBT) mengemuka di berbagai negara termasuk di Indonesia. Kelompok lesbian, gay dan biseksual adalah masalah identitas seks (sexual identities), transgender adalah masalah identitas gender (gender identity). Penulis menggunakan metode kuantitatif yaitu strategi penelitian dengan menekankan pada usaha memanfaatkan dan mengumpulkan informasi mengenai suatu fenomena secara statistik. Disebut metode kuantitatif karena data penelitian tersebut berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik. Pengajaran tentang LGBT di GSKI Jemaat Mall Artha Gading, yakni: pertama, menyiapkan khotbah-khotbah mengenai sikap teologi pastoral terhadap pengaruh LGBT. Kedua, mengadakan telaah Alkitab tentang topik yang berkaitan dengan teologi pastoral. Ketiga, membangun Kelompok Tumbuh Bersama. Keempat, mengadakan program pembinaan psikologi Kristen bagi orangtua dan pemuda.
PENGASUHAN ANAK MENURUT KITAB-KITAB PENTATEUKH DAN RELEVANSINYA BAGI PENGASUHAN ANAK DI GBAP JAKARTA UTARA Pada, Ellyazer
Jurnal Teologi Rahmat Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Teologi Rahmat
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71055/jtr.v9i2.84

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya masalah-masalah dalam keluarga yang semakin meningkat pada 2 dekade terakhir. Orang tua zaman sekarang sepertinya lebih sibuk mengurus pekerjaannya dibanding membesarkan anak serta mendidiknya. Mungkin alasan ini juga yang memicu anak jadi kurang asuhan yang tepat dari orang tua karena perhatian orang tua teralihkan pada pekerjaan. Padahal anak merupakan aset Negara, pada pundak mereka memikul tanggung jawab dan kelangsungan kehidupan negara dan bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan dan mengenali pola pengasuhan anak dalam warga jemaat Gereja Bethel Apostolik dan Profetik (GBAP). Hasil penelitian sebagai berikut: Pertama, hampir seluruh responden memahami definisi keluarga secara umum. Kedua, hampir seluruh responden memahami defenisi keluarga menurut kitab Penteteuk dan Amsal. Ketiga, hampir seluruhnya responden memahami fungsi dan tujuan pengasuhan. Keempat, sebagian besar responden memahami pola pengasuhan anak menurut kitab Pentateuk. Kelima, hampir seluruhnya responden memahami pola pengasuhan anak menurut kitab Amsal
Kajian Teologis Tentang Garam, Dan Terang Dunia Menurut Matius 5:13-16, Dalam Upaya Peningkatan Kualitas Pelayanan Di Lembaga “Kingdom Of God Family Fellowship” Jakarta Pada, Ellyazer
Jurnal Teologi Rahmat Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Teologi Rahmat
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak manusia pertama Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, menyebabkan semua keturunan manusia terlahir dari benih dosa. Kecenderungan adalah melakukan hal-hal yang meleset dari kehendak Allah. Dimana komponen-komponen sesuai gambaran Allah dalam diri manusia seperti kecerdasan, perasaan, dan kehendak, tidak lagi selaras dengan kehendak Allah. Pemahaman pengajaran Firman Injil Matius 5:13-16, Garam dan Terang Dunia, adalah Khotbah di bukit Yesus Kristus, diduga memiliki hubungan erat dengan cara hidup, sikap hidup yang benar sesuai kehendak Allah bagi semua orang percaya, pengikut Kristus, lebih khusus bagi anggota komunitas lembaga “Kingdom of God Family Fellowship” Kuningan Jakarta (KOGFF). Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pemahaman kajian teologis tentang garam, dan terang dunia menurut Matius 5:13-16 dapat meningkatkan kualitas pelayanan di lembaga “Kingdom of God Family Fellowship” Kuningan Jakarta. Sekaligus untuk mengetahui bagaimana implementasi, dan faktorfaktor atau alasan sehingga terjadinya peningkatan kualitas pelayanan di lembaga “Kingdom of God Family Fellowship” Kuningan Jakarta, setelah memahami kajian teologis tentang garam dan terang dunia, menurut Matius 5:13-16. Melalui pengamatan, wawancara, studi eksegese, pendekatan penelitian kualitatif deskriptif analitik dengan metode Triangulasi Sumber dalam wadah pelayanan “Kingdom of God Family Fellowship” Jakarta, diungkapkan maksud dan kehendak Allah sesuai Injil Matius 5:13-16, sebagai garam dan terang bagi dunia. Diperlukan sikap hidup; keteladanan, kasih, ketulusan, kerendahan hati, kesehatian, konsistensi, integritas, merupakan kunci hidup berkualitas yang berdampak, berpengaruh, sesuai kehendak Allah. Sebagai anggota keluarga besar Kerajaan Allah, hiduplah senantiasa dalam perdamaian, rasa memiliki dan penuh bertanggungjawab.
TINJAUAN TEOLOGIS KEJADIAN 2:7 MENGENAI NATUR MANUSIA SEBAGAI POLA PENANGANAN DAN PEMULIHAN PENDERITA GANGGUAN KEJIWAAN SKIZOFRENIA (STUDI KASUS DI RUMAH PEMULIHAN DAN PEMBINAAN BETHESDA BARU – GADOG BOGOR) Pada, Ellyazer
Jurnal Teologi Rahmat Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Teologi Rahmat
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini diajukan karena adanya masalah pada pola penanganan dan pemulihan Penderita Skizofrenia. Natur manusia sebagai makhluk trikotomi dalam kejadian 2:7 merupakan pondasi utama untuk menangani skizofrenia. Maka penanganan skizofrenia tidak cukup dari satu unsur saja. Berkaitan dengan masalah tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pola penanganan dan pemulihan penderita skizofrenia berdasarkan natur manusia dalam Tinjauan Teologis kejadian 2:7. Dalam Kejadian 2:7 terdapat kerygma yang dalam tentang natur manusia. Natur manusia sebagai makhluk yang terdiri dari tubuh, jiwa, dan roh. Pola penanganan dan pola pemulihan juga menjadi dasar yang kuat dalam menangani skizofrenia, secara khusus melalui Tinjauan Teologis kejadian 2:7. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan analisis isi kualitatif dan pendekatan studi kasus yang meliputi observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Pendekatan studi kasus sangat tepat digunakan pada penelitian ini karena penanganan dan pemulihan gangguan kejiwaan skizofrenia tidak bisa diatasi secara mudah. Maka, didapatkannya hasil mengenai Tinjauan Kritis natur manusia sebagai makhluk trikotomi menurut kejadian 2:7. Yakni sebagai ketetapn mutlak. Selanjutnya, pola penanganan dan pemulihan gangguan kejiwaan skizofrenia dilakukan dengan metodemetode yang ada dalam unsur-unsur trikotomi. Yakni tubuh, jiwa, dan roh. Dibagian akhir penelitian ini, peneliti akan menyimpulkan dan memberikan saran terkait penelitian tersebut. Khususnya untuk Pengurus dan Pembina Rumah Pemulihan dan Pembinaan Bethesda Baru dan bagi orang yang membaca penelitian ini.
The Mission and Saving Purpose of God in the Torah: A Canonical-Theological Foundation for Old Testament Mission Pada, Ellyazer
ARRUS Journal of Social Sciences and Humanities Vol. 5 No. 6 (2025)
Publisher : PT ARRUS Intelektual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/soshum4671

Abstract

Contemporary mission theology has largely privileged New Testament paradigms, often marginalizing the Torah as merely a legal or historical precursor rather than a theological witness to God’s redemptive mission. This study seeks to address that imbalance by examining the Torah as a foundational and coherent articulation of missio Dei within Old Testament theology. The purpose of this research is to demonstrate that the Pentateuch, read in its final canonical form, embodies a consistent missional logic rooted in God’s creative purpose, covenantal initiative, and redemptive engagement with humanity. Employing a qualitative theological method grounded in canonical and narrative analysis, this study analyzes the theological movement of the Torah from creation and fall to promise, election, liberation, law, wilderness formation, and covenant renewal. The findings reveal that mission in the Torah is not expressed primarily through explicit sending commands but through narrative patterns that portray God as the initiating subject of mission and Israel as a covenant people formed for the sake of the nations. Mission emerges as universal in scope, ethical in expression, and formative in process, sustained by divine faithfulness rather than human consistency. The study concludes that the Torah is constitutive, not merely anticipatory, of biblical mission theology and provides the theological framework upon which later canonical developments build. This research contributes to contemporary missiology by offering a canonically grounded Old Testament foundation for understanding Christian mission as participation in God’s redemptive work from creation onward.