This Author published in this journals
All Journal Media Informasi
Muhammad Kasim, Ahmad
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Potret Implementasi Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Puskesmas Perkotaan Kabupaten Flores Timur Nusa Tenggara Timur Muhammad Kasim, Ahmad
Media Informasi Vol. 20 No. 2 (2024): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/mijournal.v20i2.608

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Puskesmas perkotaan di Kabupaten Flores Timur, dengan menggunakan pendekatan Consolidated Framework for Implementation Research (CFIR). Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi lima domain utama: karakteristik intervensi, konteks internal, konteks eksternal, karakteristik individu, dan proses implementasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Prolanis telah berjalan sesuai pedoman, berbagai tantangan masih dihadapi, terutama dalam hal keterbatasan infrastruktur kesehatan, rendahnya aksesibilitas teknologi seperti telemedicine, dan partisipasi pasien yang rendah, terutama di kalangan lansia. Kendala terbesar dalam implementasi adalah keterbatasan jaringan internet dan kurangnya pengetahuan peserta terkait teknologi pendukung Prolanis. Selain itu, keterbatasan sumber daya di Puskesmas, baik dalam hal tenaga kesehatan maupun dukungan teknis, turut mempengaruhi keberhasilan program. Budaya kolaboratif di dalam Puskesmas cukup baik, namun perlu diperkuat dengan pelatihan berkelanjutan untuk meningkatkan efektivitas penggunaan aplikasi seperti P-Care dan telemedicine. Dari sudut pandang pasien, motivasi dan partisipasi masih dipengaruhi oleh faktor sosial dan logistik, seperti akses transportasi dan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan penyakit kronis. Penelitian ini menyarankan peningkatan infrastruktur teknologi, edukasi pasien, pelatihan tenaga kesehatan, serta penguatan kebijakan dan monitoring untuk meningkatkan efektivitas Prolanis di masa mendatang