Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS RASIO KEUANGAN DAERAH UNTUK MENGUKUR KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH KABUPATEN TUBAN TAHUN 2019-2023 Ratna Sari Julaeha; Parikesit Penangsang
Jurnal Nirta : Inovasi Multidisiplin Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Nirta : Studi Inovasi
Publisher : Nirta Learning Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61412/jnsi.v4i1.65

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan daerah melalui analisis rasio keuangan. Rasio keuangan yang digunakan meliputi rasio efektivitas PAD, rasio efisiensi keuangan daerah, rasio kemandirian keuangan daerah, rasio aktivitas belanja, dan rasio pertumbuhan pendapatan asli daerah. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan keuangan daerah yang diperoleh dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah selama periode 2019 sampai 2023. Metode analisis yang diterapkan adalah deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rasio efektivitas sangat efektif, rasio efisien menunjukkan keuangan daerah efisien, rasio kemandirian masih rendah yang mencerminkan ketergantungan terhadap dana transfer dari pemerintah. Kemudian rasio aktivitas belanja modal tidak baik dan aktivitas belanja operasi tergolong baik karena pemerintah lebih memprioritaskan belanja operasi serta rasio pertumbuhan masih rendah. Penelitian ini memberikan gambaran mengenai kondisi kinerja keuangan kabupaten Tuban yang dapat menjadi acuan untuk mengambil kebijakan dalam mengoptimalkan pendapatan asli daerah. Kata kunci : Rasio Efektivitas PAD, Rasio Efisiensi, Rasio Kemandirian, Rasio, Aktivitas Belanja, dan Rasio Pertumbuhan.
Analisis Struktur Kekuatan Persaingan Dan Klaster Industri Erlangga Samudera Utomo; Ratna Sari Julaeha; Muhammad Yasin
Wawasan : Jurnal Ilmu Manajemen, Ekonomi dan Kewirausahaan Vol. 1 No. 3 (2023): Juli : Jurnal Ilmu Manajemen, Ekonomi dan Kewirausahaan
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/wawasan.v1i3.872

Abstract

In the development of the economy, the State of Indonesia experienced a change in the structure of the economy from an agricultural basis to an industrial one, which resulted in many benefits from these changes. The industrial sector has a close relationship with the economy of a country because the progress of the industrial sector is an indicator of the success of a country's economy. Descriptive methods are used to analyze physical and social phenomena and the readiness of an area to become a cluster. The analysis reveals that cluster policies are implemented by national and regional cluster programs. It was also determined that an important element of the cluster policy is the identification of sources of finance and the people responsible for implementing the program. The instrument can be applied by cluster policy actors which are defined in a broad sense, namely business, associations, government actors. In the industrial world, there are five industrial forces in determining the competition of an industry. The method used to determine the strength of the industry based on external factors of the company.