Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Apakah OKI Masih Relevan bagi Polugri Indonesia Sidqi, Adkhilni Mudkhola
JURNAL HUBUNGAN LUAR NEGERI Vol. 8 No. 1 (2023): Jurnal Hubungan Luar Negeri
Publisher : Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70836/jh.v8i1.4

Abstract

Indonesia merupakan pendiri dan anggota awal Organisasi Kerja sama Islam (OKI) sejak 1969. Selama ini peran dan kiprah Indonesia di OKI dipandang kurang optimal bahkan cenderung setengah hati (reluctant). Padahal di sisi lain, OKI merupakan organisasi terbesar kedua di dunia dengan 57 negara anggota tersebar di 4 kawasan (Asia, Arab, Afrika, dan Amerika) dan berperan penting dalam mewujudkan solidaritas umat muslim dan memperjuangkan isu-isu strategis, seperti Palestina, Rohingya, Islamophobia, dan muslim minoritas. Artikel ini berusaha menjawab pertanyaan apakah OKI masih relevan bagi politik luar negeri (polugri) Indonesia? Artikel ini membahas kepemimpinan dan kiprah Indonesia pada OKI dari masa Presiden Suharto hingga Presiden Jokowi. Artikel ini berkesimpulan bahwa OKI telah menjadi bagian integral dalam polugri Indonesia, meskipun terdapat faktor yang menyebabkan keengganan bagi Indonesia untuk lebih aktif di OKI. Sebagai negara muslim terbesar di dunia, Indonesia dapat berperan dan berpengaruh signifikan dalam dunia Islam melalui organisasi ini, serta OKI dapat menjadi platform penting bagi Indonesia untuk memperjuangkan isu-isu penting yang terkait dengan umat muslim di seluruh dunia. Artikel ini juga merekomendasikan beberapa hal terkait persiapan menuju Keketuaan Indonesia pada OKI pada tahun 2025.