Hendiyanti, Nisa
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TELAAH KRITIS: ANALISIS KRITIK MUHAMMAD MUSTHAFA AS SIBAI TERHADAP PEMIKIRAN AHMAD AMIN Amamatu Shobiro, Khodijah Firdaus; Hendiyanti, Nisa; Arifin, Aziz
EL-MAQRA' Vol 4, No 2 (2024): November
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v4i2.9467

Abstract

Penelitian ini menganalisis kritik Muhammad Musthafa As-Sibai terhadap pemikiran Ahmad Amin, dua tokoh intelektual besar di dunia Islam. As-Sibai, seorang ulama dan pemikir Islam yang berpengaruh, dikenal karena pandangannya yang tegas dan komprehensif terhadap pemikiran modern dalam Islam. Ahmad Amin, sebaliknya, merupakan tokoh reformis yang sering kali menyuarakan pandangan progresif yang kadang berbenturan dengan pandangan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi latar belakang kritik As-Sibai terhadap Ahmad Amin, mengidentifikasi poin-poin utama dari kritik tersebut, serta menganalisis dampaknya terhadap perkembangan pemikiran Islam kontemporer. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif, melibatkan analisis teks-teks utama karya kedua tokoh serta literatur sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kritik As-Sibai terhadap Ahmad Amin berfokus pada interpretasi teks-teks agama, metodologi pemikiran, dan pandangan mereka mengenai modernitas dan tradisi. As-Sibai menekankan pentingnya menjaga otentisitas ajaran Islam dan waspada terhadap pengaruh pemikiran Barat yang dianggap dapat merusak esensi Islam. Sementara itu, Ahmad Amin mendorong reinterpretasi dan adaptasi ajaran Islam agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Analisis ini menyimpulkan bahwa meskipun terdapat perbedaan mendasar antara kedua pemikir, kritik As-Sibai terhadap Ahmad Amin merupakan refleksi dari dinamika intelektual dalam Islam yang terus berusaha menyeimbangkan antara pelestarian tradisi dan penerimaan terhadap perubahan. Penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana debat intelektual seperti ini berkontribusi pada pembentukan wacana keislaman yang dinamis dan beragam.
TELAAH KRITIS: ANALISIS KRITIK MUHAMMAD MUSTHAFA AS SIBAI TERHADAP PEMIKIRAN AHMAD AMIN Amamatu Shobiro, Khodijah Firdaus; Hendiyanti, Nisa; Arifin, Aziz
EL-MAQRA' Vol 4 No 2 (2024): November
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v4i2.9467

Abstract

Penelitian ini menganalisis kritik Muhammad Musthafa As-Sibai terhadap pemikiran Ahmad Amin, dua tokoh intelektual besar di dunia Islam. As-Sibai, seorang ulama dan pemikir Islam yang berpengaruh, dikenal karena pandangannya yang tegas dan komprehensif terhadap pemikiran modern dalam Islam. Ahmad Amin, sebaliknya, merupakan tokoh reformis yang sering kali menyuarakan pandangan progresif yang kadang berbenturan dengan pandangan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi latar belakang kritik As-Sibai terhadap Ahmad Amin, mengidentifikasi poin-poin utama dari kritik tersebut, serta menganalisis dampaknya terhadap perkembangan pemikiran Islam kontemporer. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif, melibatkan analisis teks-teks utama karya kedua tokoh serta literatur sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kritik As-Sibai terhadap Ahmad Amin berfokus pada interpretasi teks-teks agama, metodologi pemikiran, dan pandangan mereka mengenai modernitas dan tradisi. As-Sibai menekankan pentingnya menjaga otentisitas ajaran Islam dan waspada terhadap pengaruh pemikiran Barat yang dianggap dapat merusak esensi Islam. Sementara itu, Ahmad Amin mendorong reinterpretasi dan adaptasi ajaran Islam agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Analisis ini menyimpulkan bahwa meskipun terdapat perbedaan mendasar antara kedua pemikir, kritik As-Sibai terhadap Ahmad Amin merupakan refleksi dari dinamika intelektual dalam Islam yang terus berusaha menyeimbangkan antara pelestarian tradisi dan penerimaan terhadap perubahan. Penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana debat intelektual seperti ini berkontribusi pada pembentukan wacana keislaman yang dinamis dan beragam.