Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kebijakan pangan di Indonesia Maidah, Ulfa
Jurnal Inovasi Pangan dan Gizi Vol. 1 No. 2: (Agustus) 2024
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/jipagi.v1i2.1290

Abstract

Background: This article discusses the complexity of interactions between biotic and abiotic components in the environment, as well as the role of environmental science as an interdisciplinary study of the relationship between humans and the environment. The primary focus is on the concept of sustainability, which encompasses the ability of the earth’s life support system to adapt to environmental changes. Methods: This article employs a literature study approach. Finding: Sustainable development, as an effort to align economic activities with the repair of environmental damage, must uphold three main principles: solar energy, chemical cycles, and biodiversity. Additionally, the article explains the interconnection between water, energy, and food (WEF nexus) in the management of natural resources, as well as the importance of food security, which includes availability, accessibility, and utilization of food. Conclusion: The article shows that food security in Indonesia remains low, particularly in the eastern regions. Novelty/Originality of this article: This research aims to analyze the success of food security in Indonesia and contribute to more effective food security policies.
Menelisik keberhasilan dalam sistem ketahanan pangan Indonesia berdasarkan prinsip “bottom up” Maidah, Ulfa
Social Agriculture, Food System, and Environmental Sustainability Vol. 1 No. 2: (Agustus) 2024
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future (IASSSF)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/safses.v1i2.2024.1188

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan data Kementerian terdapat 15,8% kabupaten dan 4% kota di Indonesia masih memiliki IKP dalam kategori rendah. Sebagian kota/kabupaten dengan persentase rendah berada di wilayah timur Indonesia. Hal ini berarti pemerataan pangan di Indonesia masih belum tercapai. Tujuan riset ini untuk menganalisa keberhasilan ketahanan pangan di Indonesia. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualititatif deskriprif melaui proses literature review untuk memahami berbagai data sekunder yang dimiliki. Proses analisis akan menghasilkan temuan mengenai kebijakan yang dapat dilakukan oleh pemerintah. Temuan: Penelitian ini menganalisis ketahanan pangan dengan tenuan sebagai berikut. Konsep ketahanan pangan di Indonesia dirasa sudah cukup baik dengan membertimbangkan aspek ketersediaan, keterjangkauan, dan kualitas pangan. Namun implementasi kebijakan ketahanan pangan perlu diperkuat dengan memperhitungkan aspek inovasi, konteks, kolaborasi, dan implementasi. Kesimpulan: Untuk itu diperlukan adanya sinergi dan kolaborasi dari seluruh stakeholder yang berkaitan dengan WEF nexus. Prinsip WEF nexus dengan konsep “bottom-up” memungkinkan pemerintah mengidentifikasi permasalahan secara faktual yang akan membangun solusi melalui kebijakan yang dapat diterima oleh masyarakat setempat.