Teknologi yang berkembang pesat mengharuskan perusahaan untuk menyadari pentingnya penggunaan teknologi yang sejalan dengan konsep ramah lingkungan. Konsep ini dapat menghasilkan sistem rantai pasok yang lebih efisien, yang pada akhirnya memberikan penghematan dalam bentuk penghematan waktu. PD. DA adalah salah satu pabrik tahu di Cibuntu yang dijadikan objek penelitian ini. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, sementara data yang digunakan adalah data sekunder dan primer. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebelum penerapan ERP berbasis Odoo, biaya operasional yang dikeluarkan oleh perusahaan sebesar Rp 19.984.333. Penerapan ERP menggunakan beberapa modul yang disediakan oleh Odoo, termasuk modul pembelian, inventaris, produksi, dan penjualan. Desain sistem menggunakan ERD dan DFD. Setelah penerapan ERP, biaya operasional menjadi Rp 18.604.167. Penelitian ini juga menghasilkan informasi terkait seberapa besar perhatian perusahaan terhadap lingkungan yang kemudian dianalisis berdasarkan beberapa aspek, seperti green procurement yang ditunjukkan dengan pemilihan pemasok yang mendaur ulang produknya namun belum memiliki sertifikasi lingkungan, green manufacturing yang terlihat dari perusahaan yang tidak menggunakan bahan berbahaya dan menggunakan bahan baku alami, green distribution dengan memilih rute yang efisien, dan reverse logistics melalui daur ulang limbah ampas tahu.