Tindak kekerasan pada anak merupakan isu serius yang memerlukan perhatian khusus dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah Tindak kekerasan terhadap anak di Kabupaten Kolaka Timur menuntut intervensi yang efektif dari pemerintah daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi yang diterapkan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Kolaka Timur dalam mencegah kekerasan pada anak, serta mengevaluasi efektivitasnya dalam menjangkau masyarakat. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap 12 orang informan. Analisis dilakukan dengan menggunakan model komunikasi alur tanda "?" oleh Hafied Cangara, yang menekankan pentingnya perencanaan dalam tujuh indikator yakni identifikasi khalayak, tujuan komunikasi, pesan yang jelas, komitmen yang diperlukan, saluran yang efektif, strategi komunikasi hingga evaluasi perubahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas P3A telah mengimplementasikan berbagai strategi komunikasi, seperti mengobservasi khalayak, merumuskan tujuan, menyampaikan pesan tentang regulasi, menunjukkan komitmen, hingga melakukan edukasi melalui media tatap muka dan media pendukung. Penelitian ini menyoroti perlunya penyempurnaan strategi komunikasi yang lebih adaptif dan inklusif, dengan memperhatikan karakteristik sosial dan budaya setempat. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya penguatan kolaborasi dengan berbagai pihak serta evaluasi berkelanjutan untuk memastikan keberhasilan strategi pencegahan kekerasan pada anak