Muhammad, Nashih
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TINJAUAN SOSIOLOGI HUKUM TERHADAP PASAL 1 AYAT (1) UNDANG-UNDANG NO. 13 TAHUN 2008 TENTANG PENYELENGGARAAN IBADAH HAJI Muhammad, Nashih
Jurnal Ilmiah Citra Ilmu Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Citra Ilmu: Kajian Kebudayaan dan Keislaman
Publisher : Institut Islam Nahdlatul Ulama Temanggung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hajj is an obligation for all Muslims who are able to carry it out. Muslims in Indonesia have been recorded since the Dutch government had performed the pilgrimage until after Indonesia's independence. However, the government's presence in seeking every citizen who performs the pilgrimage at the beginning of the independence period is still very minimal. Pilgrimage is a complex worship because it involves many things in it. Starting from the education of Hajj rituals, travel services, accommodation involving two countries. It was only in 2008, 63 years after Indonesia's independence, that a law was issued that provides legal certainty and protection for pilgrims in Indonesia. What is the background of the birth of Law no. 13 of 2008 in terms of the sociology of law?. This research is a qualitative research that is descriptive-analytical with a literature review method. The result of this research is the emergence of Law no. 13 of 2008 can be understood as a social phenomenon of the Indonesian Muslim community.
Diskursus Hak Ijbār Wali dalam Membangun Keluarga Sakinah (Studi Kasus di Desa Donorojo Kecamatan Tretep Kabupaten Temanggung) Muzaki, Alvin Maulana; ,, Sumarjoko; Muhammad, Nashih; Pradika Putra, Miftaf
Mabahits : Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 6 No 02 (2025): NOVEMBER
Publisher : UAS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/mabahits.v6i02.2427

Abstract

Hak ijbār merupakan bentuk perlindungan dan kasih sayang yang diberikan wali kepada anaknya. Namun dalam praktiknya, tidak jarang hak ini memerintah sebagai pemaksaan kehendak wali dalam menentukan pasangan hidup anaknya, yang kemudian akan mempengaruhi keberhasilan dalam membentuk rumah tangga yang Sakinah, seperti halnya fenomena praktik kawin ijbār wali yang terjadi di Desa Donorojo, Kecamatan Tretep, Kabupaten Temanggung. Dari permasalahan mendasar ini, maka ditemukan beberapa tujuan dari penelitian ini, diantaranya adalah untuk menganalisis praktik kawin ijbār wali yang terjadi di Desa Donorojo, Kecamatan Tretep, Kabupaten Temanggung, dan untuk mendeskripsikan makna kawin ijbār wali dalam membangun keluarga sakinah perspektif Muhammad Abdul Malik Amrullah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan ( penelitian lapangan ) dan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif karena penelitian tersebut sesuai dengan kebutuhan penelitian, data dikumpulkan melalui dokumentasi dan wawancara dengan pihak-pihak yang terlibat langsung, termasuk wali yang menikahkan anaknya, perempuan yang dinikahkan, dan informan lain yang relevan. Selain itu, sumber informasi yang digunakan dalam pemeriksaan adalah sumber informasi yang bersifat primer dan sekunder. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa dua kasus yang terjadi di Desa Donorojo menunjukkan realitas sosial yang kompleks. Karena, pernikahan seharusnya didasarkan pada kesadaran dan kerelaan kedua belah pihak, bukan pemaksaan. Namun dalam praktik kawin ijbār wali yang terjadi di Desa Donorojo, Kecamatan Tretep, Kabupaten Temanggung berhasil membangun rumah tangga yang beriman, tentram secara lahir dan batin, bertanggung jawab, serta ber-mu'asyaroh bi al-ma'ruf , sehingga turut mempengaruhi terbentuknya keberhasilan rumah tangga yang sakinah.