Lingkungan kerja yang kondusif berperan penting dalam menciptakan suasana yang mendukung peningkatan produktivitas karyawan, memperkuat loyalitas terhadap organisasi, serta membuka peluang yang lebih luas untuk pengembangan karir secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak lingkungan kerja toxic terhadap produktivitas karyawan menggunakan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert yang disebarkan secara daring kepada 105 responden dari berbagai sektor. Penelitian ini mengukur dua variabel utama, yaitu Lingkungan Kerja Toxic (X) dan Produktivitas Karyawan (Y), yang diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa indikator Lingkungan Kerja Toxic, seperti kepemimpinan otoriter, konflik antarindividu, dan komunikasi yang buruk, memiliki korelasi signifikan terhadap penurunan produktivitas karyawan. Elemen yang paling berdampak adalah kepemimpinan otoriter, yang menyebabkan kelelahan mental sebagai salah satu faktor utama penurunan produktivitas. Analisis ini mengungkapkan bahwa meskipun gangguan pada pengembangan diri dirasakan rendah, kurangnya komunikasi dan hubungan kerja yang buruk tetap menjadi hambatan dalam mencapai target kerja. Penelitian ini menyarankan perlunya pelatihan kepemimpinan, penguatan pola komunikasi, dan program kesejahteraan mental untuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami keterkaitan antara lingkungan kerja dan produktivitas, serta menawarkan rekomendasi strategis bagi organisasi untuk meningkatkan kinerja karyawan.