Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STRATEGI KEBIJAKAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PARIWISATA TERINTEGRASI DI PULAU BAWEAN: Kebijakan Perencanaan Infrastruktur Pariwisata Integrasi menggunakan metode analisis SOAR Hermawati, Dessy
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 9 No 01 (2025): Pawon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/pawon.v9i01.9445

Abstract

Pulau Bawean mempunyai potensi sangat besar untuk menjadi industri pariwisata di Kabupaten Gresik. Namun hal tersebut masih terkendala dengan kondisi infrastruktur yang belum memadai. Berdasarkan realita tersebut, maka diperlukan suatu kajian kebijakan untuk merumuskan strategi kebijakan perencanaan pembangunan infrastruktur pariwisata terpadu di Pulau Bawean. Metode yang digunakan pada kajian kebijakan ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan analisis SOAR yaitu menganalisis kekuatan, peluang, aspirasi dan hasil. Berdasarkan hasil analisis SOAR, diperoleh hasil bahwa strategi strategis yang dapat diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Gresik adalah strategi SR dengan skor sebesar 866,15. Rekomendasi kebijakan strategi SR yaitu pertama, membuat strategi berdasarkan kekuatan untuk mencapai hasil yang terukur dengan menyiapkan kajian, master plan, DED dan perencanaan memorandum program pembangunan seluruh sektor infrastruktur pariwisata terpadu dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait. Kedua, meningkatkan daya saing atraksi, aksesibilitas, dan amenitas sebagai sarana penunjang pariwisata. Upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan kapasitas dan peningkatan kualitas fungsi pelayanan fasilitas pariwisata yang memenuhi standar internasional dengan tetap memperhatikan keunikan dan karakteristik lokal. Ketiga, menerapkan program infrastruktur permukiman masyarakat padat karya untuk mendorong perekonomian masyarakat dan memperluas kesempatan kerja. Beberapa strategi yang telah dirumuskan tersebut sangat penting untuk mewujudkan infrastruktur pariwisata yang berdaya saing, berkelanjutan dan selaras dengan ekologi.