Warga binaan pemasyarakatan (WBP) perempuan menghadapi berbagai tantangan selama berada di dalam lembaga pemasyarakatan (lapas). Lingkungan lapas yang penuh tekanan dapat memicu emosi negatif sehingga WBP perlu memiliki kemampuan regulasi emosi yang adaptif. Berdasarkan beberapa penelitian terdahulu, regulasi emosi yang adaptif salah satunya dapat dipengaruhi oleh self-compassion atau belas kasih terhadap diri sendiri. Maka, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan self-compassion sebagai prediktor regulasi emosi pada WBP perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional prediktif dan melibatkan 190 partisipan WBP perempuan berusia 18 hingga 65 tahun (M = 39.01) yang direkrut melalui teknik convenience sampling. Alat ukur yang digunakan di dalam penelitian ini adalah Self-Compassion Scale (SCS) dan Difficulties in Emotion Regulation Scale Short Form (DERS-SF) yang telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia dan dimodifikasi sesuai dengan konteks penelitian. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus hingga Oktober 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel self-compassion mampu memprediksi variabel regulasi emosi dengan peran sebesar 32.6%. Hasil penemuan ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pihak lapas agar dapat mengintegrasikan program berbasis self-compassion untuk meningkatkan kemampuan regulasi emosi pada WBP perempuan.