Halomoan, Muhammad
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KONSTRUKSI IDENTITAS ILMUWAN MUSLIM DI INDONESIA: ANTARA SAINS DAN AGAMA Halomoan, Muhammad; MAILIN, MAILIN
PUSAKA Vol 12 No 2 (2024): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/pusaka.v12i2.1548

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara ilmuwan muslim di Indonesia dalam membangun identitas diri mereka antara sains dan agama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan kajian pustaka sebagai metode utamanya. Data yang diperoleh dari berbagai sumber, seperti jurnal ilmiah, dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi kontribusi ilmuwan muslim Indonesia dalam bidang sains. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ilmuwan muslim di Indonesia seringkali memiliki identitas ganda sebagai seorang muslim dan seorang ilmuwan. Identitas ilmuwan muslim tidak statis, tetapi terus berkembang seiring dengan perubahan zaman, perkembangan ilmu pengetahuan, dan pengalaman pribadi dan agama Islam menjadi landasan utama dalam membentuk identitas ilmuwan muslim. Oleh karena itu untuk membangun identitas diri para ilmuwan muslim di Indonesia maka dapat dilakukan elalui publikasi ilmiah, konferensi, dan seminar, ilmuwan Muslim dapat terus memperbarui pengetahuan mereka dan memastikan bahwa penelitian mereka memenuhi standar internasional. Dengan berpartisipasi dalam komunitas ilmiah global, ilmuwan Muslim dapat mendapatkan pengakuan atas prestasi mereka dan memperluas pengaruh penelitian mereka. Interaksi dengan ilmuwan dari berbagai budaya memungkinkan ilmuwan Muslim untuk memperkaya perspektif mereka dan memahami bagaimana ilmu pengetahuan dikembangkan dalam konteks yang berbeda.
Pengembangan Buku Pengayaan Etnofisika Gondang Hasapi Berbasis Heyzine Flipbook Halomoan, Muhammad
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 7 Issue 1 March 2026 | IN PRESS
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v7i1.3421

Abstract

Musik batak adalah kesenian tradisional suku Batak di Sumatra Utara yang terdiri dari musik vokal (ende) dan instrumental (gondang), berakar pada adat istiadat, ritual sakral, serta kehidupan sehari-hari yang dapat di temukan di Provinsi Sumatera Utara. Musik ini unik dengan nada pentatonik dan sering mengiringi tari Tor-tor menggunakan ansambel Gondang Sabangunan atau Gondang Hasapi. Berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilakukan di SMA N 1 Pangururan Samosir Sumatera Utara, didapatkan data bahwa pendekatan pembelajaran di sekolah belum berkonteks etnofisika. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan buku pengayaan berkonteks etnofisika pada alat musik tradidional batak menggunakan heyzine flipbook yang efektif, valid dan juga praktis. Model penelitian yang digunakan yakni model 4-D. terdiri dari 4 tahap pengembangan yaitu tahap define (pendefinisian), tahap design (perancangan), tahap develop (pengembangan) dan tahap dessiminate (penyebaran). Namun, penelitian ini hanya dibatasi pada tahap dessiminate (pemyebaran). Subjek penelitian peserta didik kelas XI IPA di SMA N 1 Pangururan Samosir Provinsi Sumatera Utara yang berjumlah 30 orang peserta didik. instrument pengumpulan data yang digunakan meliputi lembar validasi bertujuan untuk mengetahui kelayakan buku pengayaan yang telah dikembangkan. Angket respon peserta didik digunakan untuk mengetahui tingkat kepraktisan buku pengayaan yang telah dikembangkan. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa buku pengayaan berkonteks etnofisika pada alat musik tradisional batak layak digunakan dengan persentase 96,8% pada komponen materi, adapun pada komponen media sebesar 95,6% dengan kategori sangat baik. Nilai kepraktisan sebesar 78,1% dengan kategori baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa buku pengayaan yang telah dikembangkan layak digunakan oleh peserta didik.