Anam, Ahmad Ainul
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Petilasan Ki Ageng Kebokanigoro Sebagai Tempat Lelaku dan Olah Rasa bagi Masyarakat Desa Samiran, Boyolali Anam, Ahmad Ainul
PUSAKA Vol 12 No 2 (2024): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/pusaka.v12i2.1553

Abstract

Petilasan Ki Ageng Kebokanigoro, yang terletak di antara lereng Gunung Merapi dan Gunung Merbabu, merupakan tempat yang dipercayai oleh masyarakat Jawa sebagai lokasi lelaku dan olah rasa yang dilakukan oleh Ki Ageng Kebokanigoro. Kisah dan kepercayaan terhadap Ki Ageng Kebokanigoro berkembang melalui forklor yang diwariskan secara lisan, memperkuat keyakinan masyarakat terhadap nilai-nilai spiritual dan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mendalami forklor terkait Ki Ageng Kebokanigoro, memahami kepercayaan masyarakat setempat, serta mengeksplorasi fungsi petilasan tersebut dalam kehidupan masyarakat Desa Samiran, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kajian pustaka, penelitian ini menemukan bahwa Petilasan Ki Ageng Kebokanigoro tidak hanya menjadi simbol spiritual, tetapi juga berperan penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat setempat, di mana mereka melakukan berbagai praktik lelaku, seperti meditasi dan tirakat, untuk mendekatkan diri kepada Tuhan serta memperkuat batin. Selain itu, petilasan ini juga berfungsi sebagai pusat kegiatan sosial dan budaya, memperkuat identitas komunitas, dan melestarikan tradisi leluhur. Kepercayaan masyarakat terhadap petilasan ini tercermin dalam berbagai kegiatan ritual dan tradisi yang terus dilestarikan, seperti tradisi apeman, sadranan, sedekah bumi, dan kirab. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pelestarian situs Petilasan Ki Ageng Kebokanigoro dan menjaga corak khas petilasan tersebut sesuai kegunaan yang bermanfaat secara lahir dan batin. Kata Kunci: forklor, petilasan, tradisi, ritual