This research discusses the financial performance of the cigarette industry listed on the Indonesia Stock Exchange in terms of liquidity ratios and profitability ratios.The research objective is to analyze the financial performance of the cigarette industry listed on the Indonesian Stock Exchange. The population in this study is the cigarette industry listed on the Indonesian Stock Exchange. Data collection techniques use external data and download journals and books related to research. The results of the analysis use liquidity ratios using the Current Ratio and Cash Ratio methods and profitability ratios using the Return On Assets and Return On Equity methods at PT. Gudang Garam Tbk, PT. Handjaya Mandala Sampoerna Tbk and PT Indonesian Tobacco Tbk have unhealthy performance based on industry standards One of the factors that causes companies to lose money is public awareness of health, industrial competition, new types of products such as vapes which are considered healthier and the construction of new factories so that companies have to spend more on operational costs than usual. Penelitian ini membahas mengenai bagaimana kinerja keuangan industri rokok yang tercatat di Bursa Efek Indonesia dilihat dari rasio likuiditas dan rasio profitabilitas. Tujuan penelitian untuk menganalisis kinerja keuangan industri rokok yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Populasi pada penelitian ini adalah industri rokok yang terdaftar di Bursa Efek Indonesi. Ada tiga sampel yang digunakan yaitu PT. Gudang Garam Tbk, PT. Handjaya Mandala Sampoerna Tbk dan PT Indonesian Tobacco Tbk. Metode penelitian kualitatif dengan data sekunder.Teknik pengumpulan data menggunakan data eksternal dan mengdownload jurnal maupun buku terkait penelitian. Hasil analisis menggunakan rasio likuiditas menggunakan metode current ratio dan cash ratio serta rasio profitabilitas menggunakan metode return on assets dan return on equity pada PT. Gudang Garam Tbk, PT. Handjaya Mandala Sampoerna Tbk dan PT Indonesian Tobacco Tbk memiliki kinerja yang tidak sehat berdasarkan standar industri menurut (Kasmir, 2016). Salah satu faktor yang menyebabkan perusaan merugi adalah kesadaran masyarakat akan kesehatan, persaingan industri, produk jenis baru seperti Vape yang dianggap lebih sehat dan adanya pembangunan pabrik baru sehingga perusahaan harus mengeluarkan lebih banyak biaya operasional dibandingkan dengan biasanya.