AlMubarok, Misbakhul Munir
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Legal Analysis of Domestic Violence Based on the Mazhab Syafi’i and Indonesian Positive Law Muhammad Riezky Pradana Mukhtar; AlMubarok, Misbakhul Munir; Budiman Mustofa
JUSTISI Vol. 11 No. 2 (2025): JUSTISI
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/js.v11i2.4248

Abstract

This research aims to examine how standards for handling domestic violence can be formed by considering the views of the Shafi'i Mazhab and positive law in Indonesia. The method of research used is normative legal research using the statutory approach method and conceptual approach method. The novelty in this research compared to previous research lies in the dual approach used in analyzing cases of domestic violence, namely through the perspective of the Shafi'i Mazhab and Indonesian positive law. The results show that both Indonesian positive law and the Shafi'i Mazhab consider domestic violence as an act that is contrary to the principles of justice and welfare in the family. However, there are differences in their perspective and legal implementation. The conclusion in Syafi'i's view, domestic violence is associated with the concept of nusyûz, which allows husbands to discipline their wives within strict limits, but this approach is no longer considered relevant in the modern era that rejects all forms of physical violence. Meanwhile, Law No. 23/2004 on the Elimination of Domestic Violence provides comprehensive protection against various forms of domestic violence, although it still faces implementation challenges such as weak law enforcement, patriarchal culture, and social stigma. Therefore, a renewal of the understanding of Islamic law is needed.
TAFSIR KONTEKSTUAL TUJUAN PERNIKAHAN DALAM AN NAHL AYAT 72 DAN AR-RUM AYAT 21 AlMubarok, Misbakhul Munir; Al Mubarok, Khusni
SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum Vol 8 No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/sangaji.v8i2.3412

Abstract

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT menyebutkan ayat-ayat yang bersifat tekstual dan kontekstual, di mana ayat-ayat ini menggambarkan tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan-Nya dalam proses penciptaan. Salah satu bentuk penciptaan yang ditunjukkan adalah penciptaan makhluk-Nya secara berpasang-pasangan, sebagaimana disebutkan dalam QS. An-Nahl ayat 72 dan Ar-Rum ayat 21. Pernikahan dianggap sebagai perbuatan mulia dan menjadi impian setiap individu yang normal, dengan tujuan membangun keluarga yang penuh kedamaian (sakinah), cinta (mawaddah), dan kasih sayang (rahmah). Al-Qur’an juga mengajarkan umat Islam untuk membentuk keluarga yang harmonis dengan menghormati hak dan kewajiban masing-masing anggotanya. Namun, dalam kenyataannya, tidak semua orang berhasil mencapai tujuan tersebut, dan beberapa pernikahan berakhir dengan perceraian. Oleh karena itu, tulisan ini membahas tafsir kontekstual dari tujuan pernikahan yang terdapat dalam QS. An-Nahl ayat 72 dan QS. Ar-Rum ayat 21, serta menggali konteks internal ayat-ayat tersebut. Dengan pendekatan analisis deskriptif kualitatif dan interpretasi kontekstual, tulisan ini bertujuan untuk memahami secara menyeluruh maksud pernikahan dalam konteks masa kini. Ayat-ayat ini menjelaskan bahwa pernikahan merupakan bagian dari syariat Islam yang harus dilaksanakan, dengan tujuan utama membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.