Iskandar Zulkarnaen, Akbar
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STUDI KOMPARASI KONSEP KEBAHAGIAAN IMAM AL-GHAZALI DAN ARISTOTELES Iskandar Zulkarnaen, Akbar
Eduthink: Jurnal Pemikiran Pendidikan Islam Vol. 5 No. 03 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah IAI Miftahul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Derasnya arus globalisasi sekarang ini tentu dapat merubah sikap atau perilaku manusia, ini dapat terjadi adanya pergesaran kebiasaan dari “Tradisional”, ke “Teknologi”. Sehingga berimplikasi pada cara berfikir manusia tentang kebahagian, banyaknya harta, kekuasaan tinggi dan lain sebagainya. Disitulah manusia lupa kebahagiaan merupakan sesuatu yang bersifaf relative. Dalam merespon itu, di antara para filosof dari era-Yunani Klasik hingga era-Islam seperti: Al-Ghazali dan Aristoteles berusaha merumuskan konseps agar manusia bisa hidup dengan benar dan hakiki. Sehingga rumus masalah yang diambil dari penelitian ini adalah pertama, bagaimana konsep kebahagiaan Aristoteles dan al-Ghazali. Kedua kebahagiaan aristoteles dan Al-Ghazali.Kemudian metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berpikir deduktif ini dilakukan karena penelitian ini Library reseach. Pendekatan yang digunakan filosofis. Hasil penelitian dan analisi mendalam mengenai kebahagiaan peneliti menyimpulkan sebagia berikut 1.Konsep kebahagiaan menurut arisitoteles bukanlah kebahagiaan bersifat egois terfokud pada yang dapat membantu dalam pencapain kebahagiaan untuk dirinya sendiri, karena kebahagiaan terletalak pada aktivitas berkeutamaan, aktivitas berkeutamaan didahului fungsi kodrati manusia (rasio) secara tepat. Sedangkan konsep kebahagiaan Al-Ghazali kebahagiaan yang dapat dirasakan anggota badan dan hati atau jiawa 2.Adapun kelebihan-kekurangan konsep kebahagiaan Aristoteles dan Al-Ghazali. a.kelebihan Aristoteles 1.Menyakini pada sesuatu yang tidak terlihat (Tuhan) 2.Manusia sebagai pusat mencapai kebahagiaan 3.Menjadikan manusia seutuhnya, b.kekurangan; dunia sebagia orientasi kebahagiaan. Kemudian kelebihan Al-Ghazali: Pertama membagi kebahagiaan jasmani dan rohani. Kedua; Orientasi dunia dan akhirat ketiga; menjadikan insan kami, kekurangan: kurangannya memposisikan akal dalam kebahagiaan dunia dan akhirat. Sedangkan persamaan-perbedaan konsep kebahagiaan Aristoteles dan Al-Ghazali; persamaan dimana kedua tokoh meyakini sumber kebahagiaan berasal dari sesuatu yang tidak tampak (Tuhan), kemudian perbedaan terletak pada jalan mencapai kebahagian dan tujuan kebahagiaan.