Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penggunaan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar dalam Penyuluhan Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan Sakinah, Puspa; Maharani, Karina Inggrid; Abni, Septia Rizqi Nur; Azola, Khalisa Zahrani; Rabbani, Zikry Abrar; Rivano, Laurentius
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 5 No. 3 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v5i3.8833

Abstract

Penyuluhan tentang pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan sangat bergantung pada penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyebarkan seberapa efektif penggunaan bahasa Indonesia yang sesuai dengan standar dalam memberikan informasi tentang pelestarian lingkungan hidup kepada masyarakat. Bahasa Indonesia, sebagai bahasa nasional, membantu menjembatani perbedaan bahasa dan budaya, menghasilkan komunikasi yang lebih inklusif. Bahasa yang baku dapat mencegah salah pengertian, meningkatkan pemahaman masyarakat, dan mendorong partisipasi aktif dalam pelestarian lingkungan. Untuk melakukan penelitian ini, literatur sebelumnya mencantumkan mengenai fungsi bahasa Indonesia dalam pendidikan dan pengelolaan lingkungan hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat dapat lebih memahami isi penyuluhan dengan menggunakan bahasa yang baku dan jelas. Ini akan mendukung pelestarian lingkungan hidup yang berkelanjutan.
Penggunaan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar dalam Penyuluhan Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan Sakinah, Puspa; Maharani, Karina Inggrid; Abni, Septia Rizqi Nur; Azola, Khalisa Zahrani; Rabbani, Zikry Abrar; Rivano, Laurentius
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 5 No. 3 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v5i3.8833

Abstract

Penyuluhan tentang pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan sangat bergantung pada penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyebarkan seberapa efektif penggunaan bahasa Indonesia yang sesuai dengan standar dalam memberikan informasi tentang pelestarian lingkungan hidup kepada masyarakat. Bahasa Indonesia, sebagai bahasa nasional, membantu menjembatani perbedaan bahasa dan budaya, menghasilkan komunikasi yang lebih inklusif. Bahasa yang baku dapat mencegah salah pengertian, meningkatkan pemahaman masyarakat, dan mendorong partisipasi aktif dalam pelestarian lingkungan. Untuk melakukan penelitian ini, literatur sebelumnya mencantumkan mengenai fungsi bahasa Indonesia dalam pendidikan dan pengelolaan lingkungan hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat dapat lebih memahami isi penyuluhan dengan menggunakan bahasa yang baku dan jelas. Ini akan mendukung pelestarian lingkungan hidup yang berkelanjutan.
OPTIMALISASI PEMANFAATAN LIMBAH ORGANIK KANTIN KAMPUS MELALUI PRODUKSI ECO-ENZYME DENGAN PENAMBAHAN RAGI SEBAGAI AKTIVATOR FERMENTASI Habibie, Hikmal Akbar; Baihaqi, Ahmad Yasin; Azola, Khalisa Zahrani; Putri, Reva Aulia; Dienullah, R Mohammad Alghaf
Environmental Engineering Journal of Community Dedication Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Environation
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan limbah organik di lingkungan perguruan tinggi merupakan bagian penting dalam upaya mewujudkan Green and Sustainable University. Aktivitas kantin Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur menghasilkan timbulan limbah organik harian yang apabila tidak dikelola dengan baik berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas sivitas akademika dalam pengelolaan limbah organik melalui produksi eco-enzyme berbasis ragi sebagai inovasi percepatan proses fermentasi. Metode pelaksanaan melibatkan workshop berbasis training by doing yang mencakup edukasi konsep dan praktik langsung produksi eco-enzyme melalui tahapan pengumpulan sampah organik, pemotongan bahan, formulasi campuran fermentasi, penambahan ragi sebagai aktivator, hingga pemantauan hasil fermentasi. Evaluasi pelaksanaan dilakukan melalui observasi peningkatan kompetensi peserta dan kualitas produk eco-enzyme yang dihasilkan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu menerapkan teknik produksi eco-enzyme secara mandiri, serta penambahan ragi terbukti mempercepat proses fermentasi dan meningkatkan karakteristik awal produk, meliputi aroma yang lebih stabil dan tingkat kejernihan yang lebih baik dibandingkan fermentasi konvensional.