Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KLASIFIKASI CAMPUR KODE PADA KONTEN YANG BERJUDUL “BERPIKIR KRITIS” DI AKUN YOUTUBE @ANIESBASWEDAN Sitta Destriana Safitri; Sulistyawati Sulistyawati
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 6 No. 5 (2025): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v6i5.10477

Abstract

This study discusses the form of code-mixing classification contained in the video content entitled "Critical Thinking" from the YouTube account @aniesbaswedan. The method used in this study is to use a qualitative approach with a descriptive method, because to analyze the phenomenon of code-mixing spoken by the subject. The collection technique used in this study is in the form of reading words. Data analysis used in the form of content analysis by identifying Anies Baswedan's speech containing code-mixing. The results of this study indicate that there are forms of code-mixing that can be classified into 3 forms, namely code-mixing in word form, phrase form, and clause form. The data found can be detailed that there is code-mixing with word form consisting of 11 data, code-mixing with phrase form consisting of 7 data, and code-mixing with clause form consisting of 2 data. Of the three forms of code-mixing, it can be stated that the largest amount of data is code-mixing with word form. Penelitian ini membahas bentuk klasifikasi campur kode yang terdapat di dalam konten video yang berjudul “Berpikir Kritis” dari akun YouTube @aniesbaswedan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, karena untuk menganalisis fenomena campur kode yang dituturkan oleh subjek. Teknik pengumpulan yang digunakan dalam penelitian ini berupa simak catat. Analisis data yang digunakan berupa analisis isi dengan cara mengidentifikasi ujaran Anies Baswedan yang mengandung campur kode. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat bentuk campur kode yang dapat diklasifikasikan menjadi 3 bentuk yaitu campur kode bentuk kata, bentuk frasa, dan bentuk klausa. Data yang ditemukan dapat dirincikan bahwa terdapat campur kode dengan bentuk kata yang terdiri dari 11 data, campur kode dengan bentuk frasa yang terdiri dari 7 data, dan campur kode dengan bentuk klausa yang terdiri dari 2 data. Dari ketiga bentuk campur kode tersebut dapat dinyatakan bahwa jumlah data yang paling besar yaitu campur kode dengan bentuk kata.
ANALISIS KLASIFIKASI CAMPUR KODE PADA KONTEN YANG BERJUDUL “BERPIKIR KRITIS” DI AKUN YOUTUBE @ANIESBASWEDAN Sitta Destriana Safitri; Sulistyawati Sulistyawati
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 6 No. 5 (2025): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v6i5.10477

Abstract

This study discusses the form of code-mixing classification contained in the video content entitled "Critical Thinking" from the YouTube account @aniesbaswedan. The method used in this study is to use a qualitative approach with a descriptive method, because to analyze the phenomenon of code-mixing spoken by the subject. The collection technique used in this study is in the form of reading words. Data analysis used in the form of content analysis by identifying Anies Baswedan's speech containing code-mixing. The results of this study indicate that there are forms of code-mixing that can be classified into 3 forms, namely code-mixing in word form, phrase form, and clause form. The data found can be detailed that there is code-mixing with word form consisting of 11 data, code-mixing with phrase form consisting of 7 data, and code-mixing with clause form consisting of 2 data. Of the three forms of code-mixing, it can be stated that the largest amount of data is code-mixing with word form. Penelitian ini membahas bentuk klasifikasi campur kode yang terdapat di dalam konten video yang berjudul “Berpikir Kritis” dari akun YouTube @aniesbaswedan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, karena untuk menganalisis fenomena campur kode yang dituturkan oleh subjek. Teknik pengumpulan yang digunakan dalam penelitian ini berupa simak catat. Analisis data yang digunakan berupa analisis isi dengan cara mengidentifikasi ujaran Anies Baswedan yang mengandung campur kode. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat bentuk campur kode yang dapat diklasifikasikan menjadi 3 bentuk yaitu campur kode bentuk kata, bentuk frasa, dan bentuk klausa. Data yang ditemukan dapat dirincikan bahwa terdapat campur kode dengan bentuk kata yang terdiri dari 11 data, campur kode dengan bentuk frasa yang terdiri dari 7 data, dan campur kode dengan bentuk klausa yang terdiri dari 2 data. Dari ketiga bentuk campur kode tersebut dapat dinyatakan bahwa jumlah data yang paling besar yaitu campur kode dengan bentuk kata.