Tanin merupakan senyawa aktif metabolit sekunder yang diketahui mempunyai beberapa khasiat yaitu sebagai astringen, anti diare, anti bakteri dan antioksidan. Pemberian tannin kayu chestnut (0,20%) juga dapat mempercepat pertumbuhan dan mengurangi kematian ayam pedaging. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tanin Castanea sativa Mill. dalam ransum komersial terhadap produksi telur, berat telur dan kadar kolesterol telur burung puyuh. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juli 2021 yang berlokasi di Garuda Sakti jalan Sepakat gang Keluarga dan analisis sampel dilakukan di Laboratorium Bioteknologi Universitas Andalas kota Padang, Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan burung puyuh betina jenis Coturnix Japonica yang di pelihara mulai DOQ sebanyak 100 ekor umur 0 sampai 56 hari dan tepung kayu chestnut merupakan sumber tanin yang ditambahkan dalam ransum yang berfungsi sebagai zat aditif pakan. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Setiap unit kandang terdiri dari 5 ekor burung puyuh (Coturnix Coturnix) dengan Perlakuan R0 : Kontrol Tanpa penambahan Castanea sativa (CS) R1 : Ransum Komersial + tanin CS 0,1%/kg. R2 : Ransum Komersial + tanin CS 0,2%/kg. R3 : Ransum Komersial + tanin CS 0,3%/kg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tanin kayu chestnut (Castanea sativa Mill.) pada taraf 0,1-0,3% ke ransum komersil dapat menurunkan kadar kolesterol dan mempertahankan kadar produksi telur dan berat telur. Perlakuan terbaik adalah pemberian tanin Kayu Chestnut (Castanea sativa Mill.) pada taraf 0,3% di dalam ransum komersial terhadap kandungan kolestrol telur terendah yaitu 826,26 mg/dL. Kata kunci: Burung Puyuh, Tanin Kayu Chestnut, Produksi Telur, Berat Telur dan Kadar Kolesterol Telur