Anam, Rif'at Shafwatul
Universitas Terbuka

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Influence of Problem-Based Learning Model Assisted by Interactive Multimedia Google Sites on Critical and Creative Thinking Skills in Elementary School Pradana, Galih Yoga; Anam, Rif'at Shafwatul; Mariana, Neni; Yunianika, Ika Tri
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 11, No 2 (2024): October 2024
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v11i2.18281

Abstract

AbstractThis study aims to (1) assess the significant impact of the Problem-Based Learning (PBL) model, enhanced by Google Sites interactive multimedia, on the critical thinking abilities of fifth-grade elementary students, (2) evaluate the significant effect of the PBL model, supported by Google Sites interactive multimedia, on the creative thinking skills of these students, and (3) examine the combined influence of the PBL model, aided by Google Sites interactive multimedia, on both critical and creative thinking skills of fifth-grade students. This quasi-experimental research utilized a nonequivalent control group design, involving fifth-grade students divided into a control group and an experimental group, each consisting of 30 students. Data analysis was conducted using independent sample t-tests and MANOVA tests. The hypothesis testing results indicate that (1) the PBL model with Google Sites interactive multimedia significantly enhances critical thinking skills, (2) it significantly boosts creative thinking skills, and (3) it has a simultaneous positive effect on both critical and creative thinking skills of fifth-grade students. Future learning is encouraged to develop more diverse educational games to further motivate student learning.Keywords: problem-based learning, interactive multimedia, google sites, critical  and creative thinking.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk (1) mengkaji dampak signifikan model Problem-Based Learning (PBL) yang disempurnakan dengan multimedia interaktif Google Sites terhadap kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar kelas lima, (2) mengevaluasi dampak signifikan model PBL yang didukung oleh multimedia interaktif Google Sites terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa tersebut, dan (3) menguji pengaruh gabungan model PBL yang dibantu oleh multimedia interaktif Google Sites terhadap keterampilan berpikir kritis dan kreatif siswa kelas lima. Penelitian kuasi eksperimen ini menggunakan desain kelompok kontrol non-ekuivalen, yang melibatkan siswa kelas lima yang dibagi menjadi kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, yang masing-masing terdiri dari 30 siswa. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji-t sampel independen dan uji MANOVA. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa (1) model PBL dengan multimedia interaktif Google Sites secara signifikan meningkatkan keterampilan berpikir kritis, (2) secara signifikan meningkatkan keterampilan berpikir kreatif, dan (3) secara simultan memiliki efek positif terhadap keterampilan berpikir kritis dan kreatif siswa kelas lima. Pembelajaran di masa depan didorong untuk mengembangkan permainan edukatif yang lebih beragam untuk lebih memotivasi pembelajaran siswa.Kata kunci: pembelajaran berbasis masalah, multimedia interaktif, situs google, berpikir kritis dan kreatif.
Elementary School Teachers' Understanding of Inquiry Skills and Scientific Attitude Anam, Rif'at Shafwatul; Rahayu, Ucu; Sekarwinahyu, Mestika; Sapriati, Amalis
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 10, No 2 (2023): October 2023
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v10i2.12844

Abstract

AbstractThis study aims to assess elementary school teachers' inquiry skills and scientific attitudes related to science. The instrument used in this study evaluates four groups of skills: conceptualizing and planning design, implementation, analysis, interpretation, and communication. Additionally, it assesses six categories of scientific attitudes: the nature of science, the basis of science, characteristics of scientists, goals of science, benefits of science, and responses regarding scientists. This research instrument underwent validation by two experts in the field of science. Validation results using Kendall's Tau calculations showed a value of 0.853 for the inquiry ability instrument and 0.807 for scientific attitude, and both falling into the ‘very high’ category. The study involved 49 elementary school teachers. Findings revealed that teachers' inquiry skills were categorized as 'weak', indicated by an average percentage below 50% in each skill group. Regarding scientific attitude, respondents' responses varied significantly between positive and negative statements, despite similarities found in two categories: 'basic science' and 'purpose of science'. This study highlights the necessity to consider the the learning process science, particularly emphasizing the development of inquiry skills and fostering positive scientific attitudes, from elementary school through university education.Keywords: inquiry skills, scientific attitudes, elementary teacher.                                                             AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana keterampilan inkuiri guru baik dari sisi proses maupun sikap ilmiah terkait dengan sains. Proses yang diujikan dalam instrument ini terdiri dari empat kelompok keterampilan: mengkonsepsi dan merencanakan desain, implementasi, analisis dan interpretasi, serta mengkomunikasikan. Pada sikap ilmiah terdiri dari enam kategori yaitu: sifat dari ilmu sains, dasar ilmu sains, hal yang dimiliki ilmuan, tujuan ilmu sains, manfaat ilmu sains, dan tanggapan mengenai ilmuan sains. Instrumen penelitian ini telah dilakukan validasi pada dua orang doktor pada bidang sains. Berdasarkan hasil validasi menggunakan perhitungan Kendall’s Tau memiliki nilai sebesar 0,853 untuk instrument kemampuan inquiry dan nilai sebesar 0,807 untuk sikap ilmiah serta keduanya termasuk ke dalam kategori sangat tinggi. Responden dalam peneitian ini terdiri dari 49 orang guru sekolah dasar yang didapatkan bahwa keterampilan inkuiri berada pada kategori “lemah” hal ini ditunjukkan dengan persentase rata-rata responden pada setiap kelompok dibawah 50%. Sedangkan pada sikap ilmiah didapatkan bahwa respon responded terhadap pernyataan sikap ilmiah antara pernyataan positif dan negatif cukup berbeda walaupun ada dua kategori sikap ilmiah yang sama responnya. Dua kategori itu adalah pada “dasar ilmu sains” dan “tujuan dari sains”. Studi ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran sains dari SD sampai dengan perguruan tinggi perlu untuk diperhatikan terutama hal yang berkaitan dengan keterampilan inkuiri dan sikap ilmiah.Kata kunci: kemampuan inkuiri, sikap ilmiah, guru sekolah dasar