Johanes Kristianto
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengambilan Keputusan dalam Organisasi Seni Berbasis Universitas: Studi Kasus Ansambel Gitar “Inilah” UNY Johanes Kristianto
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 3, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.496 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v3i1.2601

Abstract

Abstrak Penulisan ini bertujuan mengulas lebih dalam bagaimana seorang pemimpin organisasi seni berbasis universitas dalam mengambil keputusan. Metode yang digunakan dalam penulisan ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dalam penulisan ini menggunakan kajian lapangan. Kajian yang dimaksud berupa observasi dan wawancara terstruktur. Tidak ada kebijakan yang tertulis dalamInilah, dalam setiap pengambilan keputusan ketua organisasi memilih beberapa subjek untuk melakukan jajak pendapat yang meliputi pembina, pelatih, kakak tingkat, dan adik tingkat. Untuk menciptakan suasana interpersonal yang baik dipilih juga dengan cara ngopi dan tamasya.Kata kunci: pengambilan keputusan, kebijakan prosedural, ansambel gitar  Abstract This research aims to examine more deeply how a leader of university-based art organizations in making decisions. The method used in this study is qualitative descriptive. Data collection by field study, such as observation and structured interview. There is no policy used in Inilah, decision resulted from an organization that selects multiple subjects to discuss which includes the coach, coach, seniors, and juniors. To create a good interpersonal atmosphere is also selected by way of “ngopi” and sightseeing. Keywords: making decision, procedural fairness, guitar ansamble
Creative Learning in Covid-19 Pandemic: A Case Study in Major Subject, Church Music Department-The Way Bethel Theological Institute Johanes Kristianto
IJCAS (International Journal of Creative and Arts Studies) Vol 9, No 1 (2022): June 2022
Publisher : Graduate School of Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ijcas.v9i1.7065

Abstract

Within the pandemic era, the traditional education system has been transformed into e-learning based, with learning held through the help of the hardware, software, and the internet. Music higher educational system in Indonesia usually used direct engagement, but the pandemic changed this system to be e-learning based. E-learning separated lecturer and student by distance, where both have a problem: a bad signal, limited insight about meeting application, and audio delay. Therefore, the lecturer has to find a new way to encourage the student to find a novel learning habit during the pandemic, for instance, give the task to the student to upload a video to YouTube. This paper describes a novel learning habit in the music learning system during a covid-19 pandemic. In the qualitative method used in this paper, the writer interviewed six enrolled students from different majors, including piano, drum, and guitar. Data was collected with semi-structured interviews through Zoom meetings. The interview was in Indonesian, just a point of view that was translated into English. This paper found that students could interpret some values from this pandemic as follows:1. How students got to manage a new approach based on remote learning?2. What expertise of students can support the major subject?3. How students got the priceless value of peer interaction during the pandemic? Pembelajaran Kreatif di Masa Pandemi Covid-19: Studi Kasus Mata Pelajaran Utama, Jurusan Musik Gereja-The Way Bethel Theological Institute Abstrak Dalam era pandemi, sistem pendidikan tradisional telah bertransformasi menjadi berbasis e-learning, pembelajaran tersebut ditunjang piranti keras, piranti lunak, dan internet. Sistem pendidikan musik di perguruan tinggi biasanya menggunakan pendekatan tatap muka langsung, tapi pandemik mengubah sistem tersebut ke dalam pembelajaran berbasis e-learning. E-learning memisahkan jarak dosen dan mahasiswa, keduanya memiliki kendala yang serupa, contohnya: sinyal yang buruk, pengetahuan yang terbatas dalam menggunakan aplikasi pertemuan, dan lambatnya suara yang diterima pendengar. Oleh karena itu, dosen perlu memikirkan ulang cara untuk mendorong mahasiswa menemukan kebiasaan belajar baru selama pandemi, misalnya memberikan tugas kepada mahasiswa dengan cara mengunggah video hasil belajar ke YouTube. Penelitian ini mendeskripsikan kebaruan dalam sistem pembelajaran musik selama pandemi. Kualitatif adalah metode yang digunakan dalam penelitian ini, penulis mewawancara enam mahasiswa aktif dari mayor yang berbeda; piano, drum, dan gitar. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur yang dilakukan di aplikasi Zoom. Wawancara dilakukan menggunakan bahasa Indonesia, hanya poin-poin penting yang ditranslasi ke dalam bahasa Inggris. Penelitian ini menemukan bahwa mahasiswa dapat menginterpretasi beberapa nilai yang berharga dari masa pandemi ini, misalnya: 1. bagaimana mahasiswa mengelola pendekatan baru dalam pembelajaran jarak jauh? 2. mampu melihat kemampuan apa yang dapat menunjang perkuliahan mayor?3. mahasiswa mendapatkan nilai yang berharga dari interaksi tatap muka selama pandemi?
Makna Lirik dan Analisis Musikal Lagu Gending Sriwijaya Johanes Kristianto
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 7 No. 2 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v7i2.16293

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis lagu Gending Sriwijaya baik dari unsur musikal maupun makna pada lirik. Penelitian terhadap Lagu Gending Sriwijaya perlu dilakukan karena lagu ini banyak dinyanyikan dalam acara seremonial di institusi Buddhis, namun belum ada penelitian yang membahas tentang lagu ini, padahal lagu ini syarat nilai-nilai kesejarahan dan spiritual. Lagu Gending Sriwijaya merupakan bagian dari karya musik nusantara yang perlu diarsipkan karena memiliki kecenderungan hanya dituturkan tapi tidak ditulis ke dalam bentuk notasi, untuk itu perlu diarsipkan sebagai upaya pemajuan kebudayaan. Pemaknaan lirik juga perlu dilakukan dalam rangka upaya menginternalisasi nilai-nilai luhur ajaran Sang Buddha yang bersifat universal kepada umat manusia. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan berfokus pada analisis tekstual yang didukung melalui hasil wawancara pada 5 informan sebagai data sekunder. Untuk menginterpretasi makna pada lirik lagu Gending Sriwijaya menggunakan kajian semiotika Roland Barthes, terkhusus makna denotasi dan konotasi. Hasil wawancara informan ditranskrip verbatim dan direduksi, untuk nantinya dapat disajikan kepada pembaca. Hasil yang diperoleh melalui penelitian ini mengungkapkan makna denotasi dan konotasi dari masing-masing bait lagu Gending Sriwijaya, selain itu dari analisis aspek musikal diperoleh bahwa terdapat gerakan mix pada aspek melodi, terdapat pula dua jenis nilai not yang cenderung digunakan dalam lagu ini berupa nilai not satu ketuk dan setengah ketuk, terakhir lagu Gending Sriwijaya memiliki bentuk nyanyian tiga bagian, yang berbentuk A-B-A.           
UNDERSTANDING THE CREATIVE PROCESS BEHIND THE BUDHIST SONG Kristianto, Johanes
ARTISTIC : International Journal of Creation and Innovation Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : ISI Press Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/artistic.v5i1.6230

Abstract

This study explores the creative process behind the Buddhist hymn Breathing In Breathing Out, specifically chosen for its recognized association with Buddhist meditation techniques. The study employs a qualitative methodology, involving five informants who possess expertise in music studies and Buddhism. Its objective is to investigate the process of creating Buddhist songs and analyze their influence on listeners. The results indicate that 1) songwriting for Buddhism is generally a voluntary pursuit without any external financial support or specified objectives, and 2) the creative process adheres to the four stages suggested by Graham Wallas. Furthermore, the practice of Breathing In Breathing Out has a beneficial impact on listeners’ mental well-being, improving mental conditions through enhanced concentration, focus, and self-acceptance.