Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS TITIK IMPAS DAN BATAS AMAN UNTUK MENGOPTIMALKAN PENDAPATAN PT. FATHIR DJARUM ALUIH BATUSANGKAR Rahmi, Mega; Andini, Nurmallah; Putri, Rani Meilani; Lestari, Winda Ayu; Putra, Yosep Eka
Management Studies and Business Journal (PRODUCTIVITY) Vol. 1 No. 11 (2024): Management Studies and Business Journal (PRODUCTIVITY)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/h88q3b30

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk memetakan analisis titik impas dan margin of safety dalam mengoptimalkan pendapatan PT. Fathir Djarum Aluih Batusangkar. Pokok permasalahan pada penelitian ini memicu pada break even point dan margin of safety dalam mengoptimalkan pendapatan dan mengurangi risiko kerugian pada PT. Fathir Djarum Aluih Batusangkar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, yang mencakup observasi langsung di lapangan serta wawancara dengan pemilik perusahaan, disertai analisis laporan keuangan perusahaan. PT. Fathir Djarum Aluih Batusangkar dan menggunakan analisis break event point serta margin of safety.  Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa analisis Break-Even Point (BEP) dan Margin of Safety (MOS) merupakan instrumen yang krusial dalam mengevaluasi risiko serta kemungkinan keuntungan suatu perusahaan. Meskipun perusahaan memiliki ruang aman yang signifikan, pengelolaan biaya dan strategi penjualan yang efektif sangat penting untuk mempertahankan profitabilitas dalam mengoptimalkan pendapatan dan mengurangi kerugian pada PT. Fathir Djarum Aluih Batusangkar. Titik impas (break event point) dan margin of safety keamanan juga bisa membantu dalam merencanakan rencana keuntungan. Analisis biaya volume profit (CVP) digunakan untuk membantu manajer dalam membuat keputusan bisnis dan mempermudah mereka dalam memahami hubungan antara biaya, volume, dan laba.. Pemahaman yang mendalam terhadap titik impas dan margin of safety dapat menjadi strategi yang efektif untuk meminimalkan risiko kerugian dan meningkatkan profitabilitas. Penelitian ini diharapkan mampu menyajikan wawasan praktis bagi manajemen PT. Fathir Djarum Aluih Batusangkar dalam menyusun perencanaan keuangan yang lebih akurat serta strategi penjualan yang optimal untuk mencapai tujuan pendapatan perusahaan.
PENGAKUAN TRANSFER PERSEDIAAN ANTARA KANTOR PUSAT DAN CABANG PADA PANDEKA CHICKEN DAN PANDEKA COFFEE 2.0 Putra, Yosep eka; Maharani, Khairunisa; Putri, Rani Meilani; Lestari, Winda Ayu; Andini, Nurmallah; Rahmi, Mega
PRISMAKOM Vol 23 No 1 (2025): PRISMAKOM
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yasa Anggana Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54918/prismakom.v23i1.141

Abstract

This study aims to analyze the recognition of inventory transfers between the head office (Pandeka Chicken) and branch (Pandeka Coffee 2.0) and to examine its impact on the accuracy of financial reporting. The research employed a descriptive qualitative approach through observation, interviews, and documentation. The findings reveal that the inventory transfer process has not been supported by a standardized accounting system. There is no formal transfer documentation, no transfer pricing policy, and no calculation of cost of goods sold (COGS) at the branch level. In addition, several costs related to production were misclassified as operational expenses, depreciation was not recorded, and the internal control system over inventory remains weak. These conditions resulted in financial statements that do not reflect the actual condition of the business and hinder performance evaluation and financial consolidation between the head office and the branch. The study concludes that the lack of standardized recording procedures for inventory transfer increases the risk of financial misstatement and reduces the reliability of financial information for decision-making. The results provide recommendations for implementing transfer pricing, improving reporting integration, and strengthening internal control procedures.