Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan di Institusi Keperawatan Milik Pemerintah Daerah susanti, helly
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 14 No. 1 (2021): April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen sarana dan prasarana merupakan salah satu komponen dari Standar Nasional Pendidikan yang ikut berkontribusi atas sukses tidaknya proses pendidikan di suatu institusi Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen sarana dan prasarana pendidikan di institusi milik pemerintah daerah Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Lokasi penelitian adalah Akademi Keperawatan Tjoet Nya’ Dhien Banda Aceh dengan subjek penelitian adalah unsur pimpinan institusi dan staf perlengkapan, perpustakaan, dan laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan Perencanaan kebutuhan dilakukan setiap tahun secara button up planning, melibatkan staf berwenang dibawah koordinasi Pudir II dan diusulkan berdasarkan kebutuhan oleh direktur ke Dinas Kesehatan Pemerintah Aceh; Pengadaan tidak dilakukan di institusi namun dilakukan oleh Dinas Kesehatan setelah pengesahan anggaran dari DPR Aceh melalui proses tender oleh pihak ketiga dan didistribusikan tanpa melibatkan pihak institusi; Pemanfaatan fasilitas yang dimiliki sebagian besar sudah dimanfaatkan secara efektif dan efisien; Penyimpanan hanya dilakukan di ruang atau unit masing-masing pembantu direktur karena belum memiliki gudang penyimpanan khusus; dan Penghapusan terhadap barang yang bersumber dari APBA tidak pernah dilakukan di institusi karena merupakan kewenangan Dinas Kesehatan Pemerintah Aceh, tetapi yang bersumber dari dana BP-3 telah dilakukan sesuai prosedur.
Pengetahuan dan Kesiapsiagaan Mahasiswa Diploma III Keperawatan Dalam Menghadapi Bencana Gempa Bumi dan Tsunami susanti, helly
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 14 No. 2 (2021): September
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hidup dan bertempat tinggal di daerah yang rentan terhadap bencana gempa dan tsunami, serta sebagai calon tenaga keperawatan yang akan memberikan pelayanan keperawatan pada masyarakat telah mendorong peneliti untuk menganalisis pengetahuan dan kesiapsiagaan mahasiswa Diploma III Keperawatan yang meliputi: rencana kesiapsiagaan, peringatan bencana, mobilisasi sumberdaya, kebijakan kesiapsiagaan bencana, dan rencana tanggap darurat. Studi Cross sectional ini dilakukan pada 443 orang mahasiswa Diploma III Keperawatan di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar dengan menggunakan instrumen penelitian berupa angket yang diadopsi dari LIPI-UNESCO/ISDR (2006). Analisis data penelitian menggunakan uji statistik korelasi dengan CI 95% dan α=0.05 melalui software komputer SPSS. Hasil penelitian diperoleh 62.9% mahasiswa Diploma III Keperawatan memiliki pengetahuan cukup baik dan 45.5% memiliki kesiapsiagaan pada kategori kurang siap. Hasil studi menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara pengetahuan dengan rencana kesiapsiagaan (r=0,522), peringatan bencana (r=0,455), mobilisasi sumberdaya (r=0,579), kebijakan kesiapsiagaan bencana (r=0,519), dan rencana tanggap darurat (r=0,527) dalam menghadapi bencana gempa bumi dan tsunami pada mahasiswa Diploma III Keperawatan (p<0.05). Implementasi kurikulum keperawatan bencana dan pelatihan atau simulasi (drill) bencana perlu diterapkan sebagai penguatan kapasitas bagi calon tenaga keperawatan yang kelak akan bertugas di daerah bencana
Effectiveness of peer group-based learning in enhancing elementary students’ knowledge of larval monitoring in Banda Aceh Hermansyah, Hermansyah; Susanti, Helly
Jurnal SAGO Gizi dan Kesehatan Vol 6, No 3 (2025): Nopember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/gikes.v6i3.2935

Abstract

Background: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a major public health concern in Indonesia, with over 143,000 cases and an incidence rate of 51,5 per 100,000 population reported in 2023. Recurrent outbreaks in Banda Aceh highlight the need for sustainable, school-based prevention strategies. School-age children are highly vulnerable because Aedes aegypti mosquitoes bite during the daytime when children are at school.Objectives: This study evaluated the effectiveness of elementary school peer groups in improving students’ knowledge of dengue prevention through a school-based larval monitoring program.Methods: A quasi-experimental pre–post design was conducted from April to October 2024 among fourth and fifth grade students in six elementary schools in the Kutaraja Sub-district, Banda Aceh City. Guided by Bandura’s Social Learning Theory, 36 students were trained as peer educators to teach 120 peers (n = 120) about dengue prevention. Knowledge was measured using a 15-item Guttman scale questionnaire before and after the intervention. Data were analyzed using SPSS, including descriptive statistics, Kolmogorov–Smirnov normality tests, and paired t-tests (α = 0,05; 95% CI).Results: The mean knowledge score increased from 9,43 (SD = 1,27) to 10,16 (SD = 1,34), a significant improvement (mean difference = 0,73; 95% CI: 0,41–1,05; p < 0,001).Conclusion: Peer-group–based health promotion within schools is a promising approach to enhance dengue prevention awareness among children. Strengthening teacher facilitation and embedding structured peer education into school health programs may enhance long-term community participation in dengue prevention and control.