Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat dan UMKM Desa Barugbug: Mengembangkan Teh Daun Kelor Sebagai Produk Bernilai Ekonomi Cindi Saputri; Munawaroh
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 1 (2025): GJMI - JANUARI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v3i1.1243

Abstract

Upaya pemberdayaan masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Barugbug melalui pengembangan teh herbal dari daun kelor sebagai produk bernilai ekonomi berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dan wawancara dengan masyarakat, khususnya Ibu rumah tangga yang tidak memiliki penghasilan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para Ibu rumah tangga dalam memproduksi teh herbal daun kelor. Semangat para pesrta dalam mencoba memproduksi teh herbal daun kelor menunjukkan peningkatan kesadaran mereka akan pentingnya memanfaatkan sumber daya lokal untuk kesehatan dan ekonomi. Dengan demikian, pengabdian masyarakat ini tidak hanya memberikan manfaat kesehatan tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi di kalangan warga Desa Barugbug, serta membuka peluang usaha baru bagi mereka untuk berpartisipasi dalam pasar yang lebih luas.
AKUNTABILITAS DAN DISFUNGSI ORGANISASI DALAM PENYUSUNAN RPJMDES: STUDI KASUS DESA SUMBER KETEMPA Nahrudi Nahrudi; Sonia Ariani Pratiwi; Emilia Ananta; Cindi Saputri; Oryza Ardhiarisca
JURNAL ILMIAH EKONOMI, MANAJEMEN, BISNIS DAN AKUNTANSI Vol. 2 No. 6 (2025): November
Publisher : CV. KAMPUSA AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jemba.v2i6.1619

Abstract

This study employs a qualitative, case-based method to explore the reasons and ways in which accountability and organizational dysfunction impact the performance of the team developing the Village Medium-Term Development Plan (RPJMDes) in Sumber Ketempa Village, Kalisat District, Jember Regency. The delay in completing the revised RPJMDes until the end of 2025 indicates a low level of team performance. Through in-depth interviews, observations, and document analysis, this study uncovered moral hazard (the division of responsibilities among Village Operators) and adverse selection (a weak internal control system) as manifestations of the failure to implement Agency Theory at the village government level. Organizational dysfunction is evident in weak coordination, conflicting priorities due to an emphasis on short-term programs (such as stunting), and excessive reliance on a single individual. This collective failure has led to the delay of Village Deliberations and hampered the development of follow-up documents (RKPDes and APBDes). Therefore, strengthening the accountability system, consistency in coordination, and effective oversight are needed to ensure the achievement of village development planning objectives.