Wa Ode Witri Octafiani
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Model Project Based Learning Pada Pembelajaran IPS Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas IX.3 UPT SPF SMPN 40 Makassar Wa Ode Witri Octafiani
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 3 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v6i3.1483

Abstract

Motivasi belajar siswa sering menjadi salah satu tantangan dalam proses pembelajaran, terutama pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Di kelas IX.3 UPT SPF SMPN 40 Makassar, rendahnya motivasi belajar terlihat dari kurangnya keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran, minimnya partisipasi dalam diskusi, serta rendahnya semangat mereka dalam menyelesaikan tugas atau proyek yang diberikan. Untuk mengatasi hal ini, model pembelajaran berbasis proyek atau Project Based Learning (PjBL) diterapkan sebagai salah satu solusi inovatif. Model PjBL dirancang untuk melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran melalui pengerjaan proyek yang relevan dan menarik, sehingga siswa tidak hanya belajar teori tetapi juga mempraktikkannya dalam konteks nyata. Penelitian ini dilakukan sebagai Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan tujuan untuk mengetahui apakah penerapan PjBL dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, yang setiap siklusnya meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 32 siswa kelas IX.3. Data dikumpulkan menggunakan instrumen observasi, angket motivasi belajar, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PjBL berdampak positif terhadap motivasi belajar siswa. Pada Siklus 1, motivasi belajar siswa mulai meningkat, tetapi beberapa siswa masih mengalami kesulitan bekerja sama dalam kelompok. Selain itu, mereka juga memerlukan waktu untuk memahami cara kerja model pembelajaran ini. Setelah dilakukan perbaikan pada Siklus 2, seperti pemberian panduan lebih jelas dan pembagian tugas yang merata dalam kelompok, hasil menunjukkan peningkatan yang lebih signifikan. Lebih dari 85% siswa menjadi lebih aktif dan termotivasi untuk berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran. Melalui wawancara, banyak siswa mengungkapkan bahwa mereka merasa lebih antusias belajar dengan pendekatan ini karena materi menjadi lebih mudah dipahami dan kegiatan proyek membuat mereka lebih tertarik. Selain itu, suasana pembelajaran menjadi lebih menyenangkan karena mereka dapat belajar sambil bekerja sama dengan teman. Penelitian ini menunjukkan bahwa PjBL tidak hanya meningkatkan motivasi belajar, tetapi juga mendorong siswa untuk lebih kreatif, aktif, dan mandiri dalam belajar.