Dalam pembelajaran kimia di SMA, konsep sifat koligatif larutan banyak berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, teknologi dan lingkungan mempunyai cakupan yang luas. Namun demikian konsep tersebut sulit dipahami oleh kebanyakan siswa kelas XII IPA, karena sebagian besar konsepnya bersifat abstrak.         Penelitian perbaikan pembelajaran ini dilakukan dalam upaya mengatasi masalah tersebut di atas. Tindakan penggunaan siklus belajar dan peta konsep dalam pembelajaran konsep sifat koligatif larutan diharapkan dapat memperbaiki kualitas pembelajaran konsep tersebut, ditinjau dari dimensi guru dan siswa.         Penelitian perbaikan pembelajaran ini dirancang dalam dua siklus. Pada siklus I tindakan dikenakan terhadap pembelajaran konsep sifat koligatif larutan non-elektrolit karena pemahaman konsep sifat koligatif larutan dimulai dari konsep tersebut. Pada siklus II konsep yang harus dipelajari adalah sifat koligatif larutan elektrolit. Berdasar refleksi siklus I, ada dua fokus masalah pada penelitian perbaikan pembelajaran siklus II ini.         Pada siklus I hasil tes ulangan harian untuk konsep sifat koligatif larutan non-elektrolit menunjukkan perolehan rerata nilai yang kurang memuaskan. Banyak siswa yang tidak bisa memenuhi KKM 75. Pada siklus II hasil tes ulangan harian untuk konsep sifat koligatif larutan elektrolit menunjukkan kenaikan yang signifikan. Jumlah siswa yang mendapat nilai di atas 75 sebanyak 27 orang dari 35 orang yang ikut ulangan. Mencapai 77 % dibanding siklus I yang hanya 17 %.         Kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil penelitian ini adalah : (1) penggunaan siklus belajar dapat meningkatkan kualitas pembelajaran konsep sifat koligatif larutan dari dimensi guru dan siswa; (2) penggunaan siklus belajar dan peta konsep dapat menunjang pencapaian tujuan khusus pelajaran kimia untuk konsep sifat koligatif larutan; (3)dan penggunaan siklus belajar dan peta konsep membuat pembelajaran lebih bermakna bagi siswa. Kata-kata kunci : siklus belajar, peta konsep, sifat koligatif larutan