Setyo Dwi Widyastuti
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indramayu

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBERDAYAAN PKK DESA ERETAN KULON DALAM MEMANFAATKAN BARANG BEKAS MENJADI MEDIA TANAM TAMAN GIZI KELUARGA Rudiansyah Rudiansyah; Setyo Dwi Widyastuti; Dartiwen Dartiwen; Mohamad Satori; Titik Respati; Hani Burhanudin
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan ibu-ibu PKK dalam memanfaatkan barang bekas sebagai media tanam untuk taman gizi keluarga, yang diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan keluarga dan mengurangi jumlah sampah rumah tangga. Minimnya akses terhadap sayuran segar dan tanaman herbal di tingkat rumah tangga, serta kurangnya kesadaran akan manfaat daur ulang, menjadi latar belakang utama program ini. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan praktek langsung. Ibu-ibu PKK dilatih untuk mengolah barang bekas seperti botol plastik, kaleng, dan ban menjadi pot yang bisa dimanfaatkan untuk menanam tanaman pangan seperti sayuran hijau dan tanaman obat keluarga (TOGA). Kesimpulan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatnya pengetahuan Ibu-ibu PKK tentang pengelolaan sampah menjadi media taman gizi keluarga, meningkatnya ketrampilan ibu-ibu PKK dalam menanam tanaman pangan di taman gizi keluarga, tersedianya taman gizi keluarga. Program ini berhasil mendorong inisiatif lokal dalam pengelolaan sampah serta meningkatkan akses keluarga terhadap tanaman pangan segar sebagai wujud menciptakan ketahanan pangan di tingkat keluarga.
Hubungan Beban Kerja Mental dengan Stres Kerja pada Pekerja di PT. PLN Nusantara Power UP Indramayu Setyo Dwi Widyastuti; Bayu Sela Priyatna; Diyana Diyana
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 21, No 2 (2026): Vol 21 No. 2 Tahun 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.21.2.2026.26-31

Abstract

Latar belakang: Stres kerja masih menjadi salah satu masalah yang cukup serius di Indonesia. Berdasarkan penelitian Trisnasari dan Wicaksono menyatakan bahwa angka gangguan mental emosional sebesar 9,8% dan stres kerja yang berakibat fatal sebesar 35%. Berdasarkan data sekunder pada pemeriksaan dan pengujian psikologi karyawan yang dilakukan PT. PLN Nusantara Power UP Indramayu pada tanggal 01 Oktober 2024 di 22 ruangan kerja/bagian diketahui sebanyak 53 responden yang mengalami stres kategori sedang dan sebanyak 25 responden mengalami stres kategori ringan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan beban kerja mental dengan stres kerja pada pekerja di PT. PLN Nusantara Power UP Indramayu. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional, populasi penelitian ini adalah seluruh pekerja di PT. PLN Nusantara Power UP Indramayu dengan sampel 171 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner, uji statistik yang digunakan adalah chi-square. Hasil: Pekerja di PT. PLN Nusantara Power UP Indramayu memiliki beban kerja mental kategori tinggi dan mengalami stress kerja kategori sedang. Penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan beban kerja mental dengan stres kerja pada pekerja di PT. PLN Nusantara Power UP Indramayu dengan p-value = 0,001 (p<0,05). Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan beban kerja mental dengan stres kerja pada pekerja di PT. PLN Nusantara Power UP Indramayu. Saran: Perusahaan harus mengimplementasikan program manajemen stres yang komprehensif dengan menyediakan pelatihan keterampilan dalam mengelola stres bagi pekerja, memberikan tuntutan kerja sesuai dengan kemampuan dan kapasitas pekerja, serta meningkatkan dukungan social dan pemberian reward untuk pekerja.