Penelitian ini bertujuan untuk memahami kebiasaan mahasiswa PGSD Universitas Abdurachman Saleh Situbondo, khususnya kelas 1A angkatan 2024, dalam menggunakan bahasa Madura sehari-hari dan dampaknya terhadap kemampuan mereka menggunakan bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa lebih sering berkomunikasi dalam bahasa Madura, baik di dalam kampus maupun di luar kampus. Kebiasaan ini dipengaruhi oleh faktor sosial, budaya, dan lingkungan tempat tinggal mereka. Namun, penggunaan bahasa Madura yang dominan ini menimbulkan tantangan dalam konteks akademik, terutama ketika mereka harus menggunakan bahasa Indonesia secara formal, misalnya dalam tugas penulisan, presentasi, atau kegiatan akademik lainnya. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif, melibatkan observasi, wawancara, dan analisis data. Observasi menunjukkan bahwa mahasiswa sering mencampur bahasa Madura dengan bahasa Indonesia, bahkan dalam situasi formal. Wawancara dengan mahasiswa mengungkapkan bahwa kebiasaan ini sangat dipengaruhi oleh lingkungan keluarga, teman sebaya, dan masyarakat sekitar yang mayoritas menggunakan bahasa Madura. Untuk mengatasi tantangan ini, penelitian merekomendasikan pelatihan bahasa Indonesia yang lebih intensif dan penerapan kebijakan kampus yang mendorong penggunaan bahasa Indonesia, terutama dalam kegiatan akademik. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menggunakan bahasa Indonesia tanpa mengesampingkan pentingnya pelestarian bahasa daerah sebagai bagian dari identitas budaya mereka. Dengan pendekatan ini, mahasiswa dapat lebih siap menghadapi tantangan akademik dan profesional tanpa kehilangan jati diri budaya mereka.