Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Kepemimpinan Spiritual Dalam Mengembangkan Budaya Organisasi Septia Maharani, Ivana; Rohim, Rohim; Asmuni, Asmuni
Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Eksakta Vol. 5 No. 1 (2025): September
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/trilogi.v5i1.1673

Abstract

Kepemimpinan spiritual merupakan bentuk kepemimpinan yang mengarahkan orientasi dari aspek duniawi menuju ranah spiritual. Kepemimpinan spiritual dimaknai sebagai bentuk kepemimpinan yang berlandaskan pada prinsip-prinsip etika religius. Model ini menitikberatkan pada kemampuan seorang pemimpin untuk memberikan inspirasi, menumbuhkan motivasi, memengaruhi, serta menggerakkan individu melalui keteladanan, pelayanan yang ikhlas, kepedulian, dan penerapan nilai-nilai serta karakter ilahiah dalam setiap aspek tujuan, proses, budaya, maupun perilaku kepemimpinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis nilai-nilai spiritual apa saja yang ditanamkan oleh pimpinan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang, dan bagaimana praktik kepemimpinan spiritual di lingkungan tersebut. Masalah difokuskan pada nilai-nilai spiritual yang ditanamkan oleh kepala kantor meliputi: visi, cinta altruistik, budaya, iman, dan panggilan. Implementasi kepemimpinan spiritual dalam bentuk pembiasaan di Kantor Kementerian Agama Lumajang. Guna mendekati masalah ini dipergunakan acuan teori dari Fry. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini dibagi menjadi dua, yaitu: data primer dan data sekunder, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kajian ini menyimpulkan bahwa Pelaksanaan kepemimpinan spiritual di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang telah berjalan secara efektif. Hal ini tercermin dari implementasi lima indikator utama kepemimpinan spiritual yang telah diterapkan dengan baik, yaitu: visi, cinta altruistik, budaya, iman, dan panggilan. Hasil penelitian ini Adalah strategi kepemimpinan spiritual yang diterapkan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang menunjukkan komitmen yang kuat dalam memperkuat dimensi spiritual para pegawai. Implementasi strategi tersebut tampak nyata melalui kegiatan seperti pemberian motivasi dan arahan dalam forum silaturahmi. Visi kepemimpinan yang diemban juga berkontribusi positif dalam menumbuhkan harapan, memperdalam keimanan, serta memupuk kasih sayang dan kepedulian antarindividu, yang pada gilirannya membangun rasa panggilan dan solidaritas yang erat antara pimpinan dan bawahan
Optimalisasi Peran Kepemimpinan Perempuan Dalam Membangun Kesetaraan Gender Septia Maharani, Ivana; Nugraha, Alifian; Kusuma Pratama, Rendi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 3 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi Mei- Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i3.3461

Abstract

Kesetaraan Gender saat ini masih menjadi polemik disebabkan karena belenggu Budaya Patriarki yang melekat di masyarakat. Sehingga sering kali, perempuan dianggap rendah bahwa tugas perempuan hanya sekadar pekerjaan domestik. Sehingga, jika untuk masuk ke dalam ranah kepemimpinan, perempuan dipandang sebelah mata dan akan membawa dampak yang negatif terhadap masyarakat. Pemahaman gender sebetulnya sangat sederhana walaupun pemahamannya sering disamakan dengan pengertian jenis kelamin. Langkah pertama yang harus ditegaskan, bahwa masalah gender tidak dapat dipisahkan dengan jenis kelamin. Keduanya memiliki perbedaan, gender merupakan pembagian antara tugas laki-laki dan perempuan, sedangkan jenis kelamin merupakan konsep biologis yang membedakan antara laki-laki dan perempuan. Pengabdian ini bertujuan untuk untuk memberikan motivasi kepada Kelompok Ibu-Ibu PKK di Desa Wonojati agar lebih optimal dan efektif dalam mengimplementasikan kepemimpinan perempuan dalam membangun kesetaraan gender. Pelaksanaan pengabdian dilakukan dengan memberikan sosialisasi kepemimpinan perempuan kepada Kelompok Ibu-Ibu PKK di Desa Wonojati. Materi yang diberikan berupa materi yang terkait dengan konsep dasar kepemimpinan, teori kepemimpinan, gaya kepemimpinan, kepemimpinan perempuan dan kesetaraan gender. Melalui kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat memberikan ketrampilan bagi Kelompok Ibu-Ibu PKK di Desa Wonojati dalam mengimplementasikan kepemimpinan perempuan dalam hal kesetaraan gender baik dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Penguatan Kepemimpinan Kelembagaan Pembentukan Kelompok Tani Kapulaga ”Sedulur Laga” di Desa Kandangan Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang Septia Maharani, Ivana; Asmuni, Asmuni; Ihsa Restu Alifin, Ahmad
Al-Khidmah Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): JANUARI-APRIL
Publisher : Institute for Research and Community Service (LPPM) of the Islamic University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/jak.v6i1.5173

Abstract

This community service program aims to strengthen institutional leadership through the establishment of the "Sedulur Laga" Cardamom Farmers Group in Kandangan Village, Senduro District, Lumajang Regency. Kandangan Village has great potential in developing cardamom as a high-value crop, but is not yet supported by strong farmer institutions and effective group leadership. This condition results in low coordination among farmers, weak access to technology, capital, and marketing of agricultural products. The community service approach is carried out in a participatory manner by placing farmers as the main subjects of the activity. The activity stages include situation analysis, facilitating the formation of farmer groups, strengthening institutional leadership and management, technical training on cardamom cultivation, and assistance with administration and group business planning. Strengthening the leadership aspect is focused on increasing the capacity of administrators in decision-making, group communication, work program preparation, and transparent and accountable organizational management. The results of the activity indicate the formation of the "Sedulur Laga" Cardamom Farmers Group with a clear organizational structure and more solid leadership. There has been an increase in members' understanding of the importance of collective work, institutional governance, and group-based farming business planning. In addition, farmers have begun implementing simple administrative practices and have developed a sustainable cardamom business development plan. Overall, this community service program contributes to strengthening farmer institutional leadership, a crucial foundation for increasing the independence, competitiveness, and welfare of cardamom farmers in Kandangan Village. The program's sustainability depends heavily on continued mentoring and synergy between farmer groups, the village government, and relevant stakeholders.