Sistem proteksi berperan penting dalam menjaga kontinuitas dan keandalan distribusi tenaga listrik, khususnya pada panel switchgear tegangan menengah 11,5 kV. Untuk meningkatkan keandalan sistem, PT XYZ melakukan optimalisasi melalui metode retrofit dengan mengganti relay lama dengan relay digital Siemens 7SJ80. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi eksisting, mengoptimasi parameter setting relay, dan memverifikasi kinerja setting melalui pengujian secondary injection. Metode yang digunakan adalah kuantitatif melalui observasi lapangan, studi dokumentasi, perhitungan parameter berdasarkan standar, serta pengujian menggunakan alat secondary injection Dotek DTJB-2209. Parameter yang dioptimasi meliputi proteksi overcurrent dengan kurva IEC Normal Inverse dan definite time overcurrent. Hasil penelitian merekomendasikan setting optimal: pickup current (Ip) = 3,55 A (setara 426 A primer) dengan TMS = 0,70 untuk IDMT, serta definite time overcurrent (I>>>) = 15,00 A (setara 1.800 A primer) dengan time delay 0,50 detik. Pengujian secondary injection memvalidasi akurasi waktu operasi dengan deviasi 2,76% (IDMT) dan 1,96% (DT), yang memenuhi standar SNI IEC 60255 dan IEEE 242-2001. Setting ini terbukti sensitif, stabil terhadap inrush transformator, dan menjaga selektivitas. Dengan demikian, optimalisasi setting proteksi pada relay Siemens 7SJ80 efektif meningkatkan keandalan sistem distribusi 11,5 kV di PT XYZ.