Skripsi ini berjudul “Wanprestasi Penjual Terhadap Pembeli Dalam Perjanjian Jual Beli Tanah Kavling Di Desa Limbung Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya”. Dalam penelitian ini yang menjadi fokus permasalahan adalah “Bagaimanakah Tinjauan Wanprestasi Penjual Terhadap Pembeli Dalam Perjanjian Jual beli Tanah Kavling Di Desa Limbung Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya”. Penulisan ini menggunakan metode penulisan Empiris dan pengumpulan data menggunakan teknik deskriptif analisis. Penulisan menggunakan bahan dari gagasan yang bersifat rasional berdasarkan ajaran Hukum Perdata. Keberadaan tanah memang sangat dibutuhkan oleh manusia serta seluruh makhluk di muka bumi ini. Sebagai tempat bernaung sekaligus juga sebagai tempat pengembangan usaha dalam mempertahankan kehidupan, untuk masa-masa yang akan datang.Berbagai macam cara dilakukan orang agar tanah memiliki nilai ekonomis, tentunya sesuai dengan tata letak pertanaman yang nilai strategis, beradasarkan posisi kewilayahan objek tanah. Dalam hal ini cara yang paling dominan dalam memiliki tanah adalah dengan cara jual beli.Dalam proses hubungan hukum dalam hal jual beli tanah kavling, penjual tanah sangat menghendaki adanya keuntungan yang diperolehnya. Namun ada kewajiban yang harus dilaksanakan oleh pihak penjual terhadap pihak pembeli yang dalam pelaksanaanya justru terjadi wansprestasiTentu saja hal tersebut menimbulkan kerugian dan kekacauan bagi pihak pembeli tanah kavling. Sehingga menimbulkan persoalan hukum baru dan cara penyelesaian tersendiri guna mengatasi masalah wanprestasi jual beli tanah kavling.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Empiris dengan pendekatan Deskriptif Analisis, yaitu dengan mengambarkan serta menganalisa keadaan yang sebenarnya yang terjadi pada saat penelitian ini dilakukan, kemudian langkah selanjutnya adalah menganalisa semua fakta tersebut guna untuk memperoleh suatu kesimpulan.Tujuan penelitian: untuk mendapatkan data dan informasi tentang pelaksanaan perjanjian jual beli tanah kavling. Untuk mengungkap faktor penyebab pihak penjual tanah kavling tidak melaksanakan kewajibannya kepada pihak pembeli tanah kavling. Untuk mengungkapkan akibat hukum bagi penjual tanah kavling atas wanprestasi yang dilakukannya kepada pembeli tanah kavling. Untuk mengungkapkan upaya hukum yang ditempuh oleh pembeli tanah kavling terhadap penjual tanah kavling yang tidak melaksanakan perjanjian. Hasil Penelitian : Bahwa telah terjadi hubungan hukum antara pihak penjual dengan pihak pembeli tanah kavling, yang tertuang dalam perjanjian jual beli secara lisan, dimana pihak penjual ternyata wanprestasi. Bahwa faktor penyebab penjual tanah kavling tidak melaksanakan kewajibannya pada pihak pembeli karena pihak penjual kehabisan biaya untuk pemecahan dan balik nama. Bahwa akibat pihak penjual adalah dituntut agar melakukan kewajiban. Bahwa upaya yang dilakukan pembeli terhadap penjual yang wanprestasi adalah melakukan teguran serta berupaya menyelesaikan dengan cara kekeluargaan. Kata Kunci : Wanprestasi, Tanah Kavling, Jual Beli.