Telah dilakukan penelitian tentangEfektivitas Penggunaan Arang Aktif dari Ampas Bubuk Kopi Arabika(Arabica Gayo Coffee) Sebagai Adsorben Ion Fe2+. Provinsi Aceh penghasil kopi terbanyak berasal dari Kabupaten Bener Meriah yang menghasilkan kopi arabika gayo(arabica gayo coffee)karena di daerah Bener Meriah perkebunan kopi masih sangat luas dan masyarakat Bener Meriah mayoritas berprofesi sebagai petani kopi. Banyaknya masyarakat Bener Meriah yang gemar meminum kopi menyebabkan banyak sekali ampas kopi yang dihasilkan dan biasanya dibuang secara percuma, padahal ampas kopi dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan arang aktif. Arang aktif dapat digunakan untuk menjernihkan ion Fe2+yang terdapat dalam air. Pembuatan arang aktif dilakukan dengan beberapa tahap yaitu dehidrasi, karbonasi dan aktivasi agar menghasilkan arang aktif yang memiliki daya serap tinggi terhadap logam. Arang aktif yang dibuat menggunakan ampas bubuk kopi memiliki karakteristik yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia yaitu kadar air 2,40%, kadar zat terbang 4,60%, kadar abu 3,20% dan daya serap terhadap iodine sebanyak 786,88%. Arang aktif yang dibuat dengan ampas bubuk kopi juga memiliki kadar karbon yang relatiftinggi yaitu sebesar 89,80% jika kadar karbon arang semakin tinggi maka daya serapnya juga semakin baik. Terbukti ketika arang dimasukan kedalam larutan simulasi yang memiliki kadar Fe2+sebesar 0,2064 mg dan diuji menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom menjadi 0,0008 mg.Tinggi rendahnya penyerapan dipengaruhi oleh kualitas arang aktif.Kata Kunci:Ampas Kopi, Arang Aktif, Adsorben, Besi, SSA.