La Ode Ardiansyah
Prodi S1 Keperawatan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Mandala Waluya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Edukasi dan Pemberian Makanan Jajanan Sehat Di TK I Itdal Matabondo Kecamatan Bondoala Kabupaten Konawe Sitti Masriwati; La Ode Saltar; Heltty; Dedi Krismiadi; Cece Indriani; Hasnia Dina; La Ode Ardiansyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmba.v5i1.1719

Abstract

Konsumsi makanan jajanan merupakan hal yang sangat melekat pada anak, khususnya anak usia taman kanak-kanak. Namun, masih banyak jajanan yang tidak memenuhi standar kebersihan dan memiliki kandungan gizi yang kurang baik sehingga berisiko menyebabkan gangguan kesehatan, seperti gangguan pencernaan, karies gigi, dan masalah gizi pada anak. Kurangnya pengetahuan mengenai pemilihan jajanan sehat menjadi salah satu faktor yang menyebabkan anak tetap mengonsumsi jajanan yang tidak sehat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anak TK tentang makanan jajanan sehat. Metode yang digunakan meliputi edukasi mengenai jenis-jenis jajanan sehat, dampak konsumsi jajanan tidak sehat, serta pembagian contoh jajanan sehat. Kegiatan diikuti oleh 20 siswa TK beserta orang tua siswa yang menunjukkan antusiasme tinggi terhadap informasi yang diberikan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan. Sebelum penyuluhan, sebanyak 8 siswa (40,0%) memiliki pengetahuan baik dan 12 siswa (60,0%) memiliki pengetahuan kurang. Setelah penyuluhan, jumlah siswa dengan pengetahuan baik meningkat menjadi 15 siswa (75,0%), sedangkan siswa dengan pengetahuan kurang menurun menjadi 5 siswa (25,0%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan efektif dalam meningkatkan pemahaman anak mengenai pemilihan jajanan sehat. Diharapkan kegiatan ini dapat mendorong anak-anak untuk lebih cermat dalam memilih makanan jajanan sehat sehingga mendukung pertumbuhan dan kesehatan yang optimal.
Edukasi Pengolahan Sampah Organik Di Desa Wawobungi Kecamatan Lalonggasumeeto Kabupaten Konawe Solihin Solihin; La Ode Ardiansyah; Titi Saparina. L; Cece Indriani; Silviana Hasanuddin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmba.v4i1.1127

Abstract

Provinsi Sulawesi Tenggara, pada tahun 2024 menghasilkan sampah rumah tangga sebanyak 48,92%. Sedangkan untuk Kabupaten Konawe sampah yang dihasilkan kurang lebih 108 ton per hari dan mayoritas berasal dari rumah tangga.  Desa Wawobungi Kecamatan Lalonggasumeeto merupakan salah satu wilayah yang berada di kawasan pesisir yang dimana masyarakatnya masih sebagian besar belum memahami tentang bagaimana pengolahan sampah rumah tangga khususnya sampah organik sehingga masyarakat masih membuang sampah rumah tangga di pekarangan rumah dan di laut. Tujuan dilakukan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat desa Wawobungi tentang bagaimana cara pengolahan sampah organik rumah tangga yang baik dengan metode komposting. Metode yang dilakukan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah metode ceramah dan praktek membuat kompos dari sampah organik dengan menggunakan EM4 sebagai bioaktivator pembuatan kompos. Edukasi pengolahan sampah organik dilaksanakan di desa Wawobungi pada tanggal 11 Mei 2025 dengan jumlah peserta yang hadir adalah masyarakat desa Wawobungi sebanyak 32 orang. Hasil pelaksanaan kegiatan edukasi pengolahan sampah organing di desa Wawobungi adalah seluruh peserta kegiatan mengalami peningkatan pengetahuan dan pemahaman tentang bagaimana mengolah sampah organik dari rumah tangga sehingga bisa menjadi pupuk kompos organik dengan nilai rata-rata peningkatan pemahaman sebesar 24,83%. Kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembuatan kompos dari sampah organik rumah tangga berjalan dengan baik dan lancar serta mendapatkan respon positif dari masyarakat Desa Wawobungi. Harapannya kedepan agar penerapan cara pembuatan kompos dari sampah organik rumah tangga tetap dilanjutkan dan disosialisasikan lagi kepada anak muda di Desa Wawobungi sebagai pelopor lingkungan nantinya.
Edukasi Pencegahan dan Skrining Hipertensi pada Masyarakat Pesisir Desa Wawobungi Kabupaten Konawe La Ode Ardiansyah; Cece Indriani; Nazaruddin; Solihin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmba.v4i1.1267

Abstract

Hipertensi banyak diderita oleh masyarakat yang hidup di wilayah pesisir karena pola makan dan aktivitas yang kurang sehat. Desa Wawobungi, merupakan salah satu daerah pesisir Kecamatan Lalonggasumeeto Kabupaten Konawe yang perlu dilakukan edukasi pencegahan dan skrining  penyakit hipertensi  mengingat  semakin tingginya  pasien  hipertensi  yang  terdata  di  Puskesmas Laloggasumeeto Kabupaten Konawe. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi mengenai tanda, gejala serta pencegahan dan melakukan skrining hipertensi pada masyarakat wilayah pesisir desa Wawobungi Kecamatan Lalonggasumeeto Kabupaten Konawe. Hasil pengabdian masyarakat diperoleh pengetahuan masyarakat sebelum diberikan pendidikan kesehatan dari total 25 peserta terdapat 15 orang (60,0%) yang memiliki pengetahuan kurang dan 10 orang (40,0%) dengan pengetahuan baik, Setelah diberikan pendidikan kesehatan terdapat 22 orang (88,0%) telah memiliki pengetahuan dan terdapat 3 orang (12,0%) yang memiliki pengetahuan kurang terkait tanda dan gejala serta pencegahan hipertensi, serta hasil skrining dari total 25 peserta terdapat 10 orang (40,0%)  dengan hipertensi dan 15 orang (60,0%) dengan tekanan darah normal.