UMKM Bellfi merupakan usaha yang bergerak diproduksi olahan makanan abon sapi, abon ayam dan abon hati ayam. Berdasarkan pengamatan dan interview langsung, karyawan mengeluhkan beban kerja berupa kelelahan dan gangguan konsentrasi saat bekerja yang disebabkan karena meningkatnya jam kerja. Pada penelitian ini dilakukan pengukuran beban kerja mental untuk mengetahui kategori beban kerja mental yang dialami oleh karyawan dan faktor yang menjadi penyebab beban kerja mental karyawan. Dari hasil pengukuran beban kerja menggunakan metode NASA-TLX didapatkan skor dengan kategori beban kerja sedang sebanyak 11 karyawan dengan rata-rata skor 65,9 dan skor dengan kategori beban kerja berat sebanyak 4 karyawan dengan rata-rata skor 82,3 pada karyawan 8,9,10, dan 11 pada bagian mengolah abon. Berdasarkan data wawancara dan skor NASA-TLX diperoleh hasil beban kerja mental diperoleh dalam kategori sedang, dan tinggi. Pada karyawan 8-11 pembobotan indikator Physical Demand (PD) yang memperoleh nilai 4 dan 5, indikator Effort (EF) yang memperoleh nilai 4 dan 5 dan juga bobot rating pada indikator Physical Demand (PD), yaitu 90 dan 100. Faktor penyebab tingginya indikator Physical Demand (PD) dan indikator Effort (EF) adalah mengaduk olahan abon diatas kompor agar tidak gosong secara manual membutuhkan usaha dan tenaga besar yang berhubungan dengan kelelahan. Kemungkinan rekomendasi terkait analisis diperoleh sebagai strategi perbaikan terkait terhadap beban kerja mental yang tinggi yaitu Physical Demand (PD) dan Effort (EF) adalah menambah tenaga kerja atau membeli mesin pengaduk abon jika sangat dibutuhkan dengan mempertimbangkan kondisi finansial UMKM Bellfi.