Solikin
Universitas Muhammadiyah Surabaya

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERHITUNGAN BEBAN PENDINGIN PADA GEDUNG TERMINAL 2 BANDAR UDARA INTERNASIONAL JUANDA Septian Dwi Nugroho; Suhariyanto; Hadi Kusnanto; Solikin
Rekayasa Sistem Energi dan Manufaktur (ReSEM) Vol 1 No 1 (2023): Journal Rekayasa Sistem Energi dan Manufaktur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/resem.v1i1.20246

Abstract

Juanda International Airport is the number 2 busiest airport with a total of 4,316,508 service users in 2022 (BPS, 2022). The increase in the number of service users along with the easing of air travel requirements can cause frequent complaints from service users regarding the air temperature that is felt to be uncomfortable in the terminal area. Given the importance of the existence of a passenger departure terminal, the availability of facilities according to service standards is also a point that needs to be considered. The intended service standard includes departure and arrival facilities at a terminal which includes services for prospective passengers and passengers at the airport terminal. One of the facilities considered in the departure and arrival process is air conditioning (PM 178 2015) and ASHARAE. The author here performs calculations and analysis of cooling loads in the Terminal 2 Building on floors 1 and 2 covering 26 areas. After calculating, it was found that several areas of cooling load exceeded the capacity of the previous existing FCU with the following data: Arrival Immigration according to CLTD calculations of 1,183,444 BTU/h while FCU capacity is 684,019 BTU/h, POTS according to CLTD calculations is 346,197 BTU/h while FCU capacity is 150,000 BTU/h, SCP according to CLTD calculations is 343,338 BTU/h while FCU capacity is 355,650 BTU/h, RT Gate 1- 6 according to CLTD calculations is 1,687,433 BTU/h while FCU capacity is 1,439,550 BTU/h. Keywords: CLTD, ASHRAE, BTU/h.
ANALISA PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PENDINGIN OLI HIDROLIK PADA MESIN FINE BLANKING PRESS 160T DENGAN MENGGUNAKN FAN RADIATOR DAN CHILLER Suhariyanto; Solikin; Muhammad Syahru Muharom
Rekayasa Sistem Energi dan Manufaktur (ReSEM) Vol 2 No 1 (2024): Journal Rekayasa Sistem Energi dan Manufaktur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The difficulty of stabilizing the temperature in the engine hydraulic system. PT. XYZ still hasn't found the best way or option to stabilize the temperature of the two 160T fine blanking press machines that require good hydraulic oil cooling, so the company wants to find out which is better by installing radiator fan cooling on the 160T A fine blanking machine or installing chiller cooler on the 160T B fine blanking machine. With that, data processing is carried out to determine the effectiveness of the two, and based on the data collected the 160T fine blanking press machine using a radiator fan cooler is more effective than using a chiller cooler. Keywords : Fan Radiator,Chiller, Efektivitas, Oil Hydraulic.
Analisa Pengaruh Penggunaan Bahan Bakar Alternatif Terhadap Performa Kiln Semen Indra Mustika; Solikin
Rekayasa Sistem Energi dan Manufaktur (ReSEM) Vol 2 No 2 (2024): Vol 2 No 2 (2024): Journal Rekayasa Sistem Energi dan Manufaktur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan bahan bakar batu bara yang dikategorikan sebagai sumber daya alam tidak terbarukan harus menghadapi tantangan baru ditengah krisis energi dunia dan kenaikan harga batu bara. Kiln Tuban 2 membutuhkan energi batu bara untuk sebesar 3300 MJ/ton klinker. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa potensi energi terbarukan berupa pemanfaatan limbah dalam rangka menurunkan penggunaan batu bara pada industri semen. kajian mendalam tentang pemanfaatan kembali energi dari limbah dengan tehnologi co-processing yang dikembangkan khususnya pada kiln semen. Penelitian ini mengambil data operasi kiln pada bulan Januari 2024 dengan membandingkan data bulan Maret 2021. Dengan pemanfaatan limbah untuk bahan bakar dapat menurunkan penggunaan bahan bakar batu bara sebesar 10% pada bulan Januari 2024 dari 27 tph menjadi 24 tph. Penghematan ini setara dengan persentase 8.1% biaya seluruh bahan bakar kiln.
ANALISA KEKUATAN RANGKA PADA MESIN PENCETAK BAKSO KAPASITAS 5 KG/JAM MENGGUNAKAN ANSYS WORKBENCH Solikin; Aftha Ferdian Pranugraha
Rekayasa Sistem Energi dan Manufaktur (ReSEM) Vol 4 No 1 (2026): Vol 4 No 1 (2026): Journal Rekayasa Sistem Energi dan Manufaktur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/resem.v4i1.29551

Abstract

Perkembangan teknologi menuntut efisiensi dalam proses produksi, khususnya bagi Usaha Kecil Menengah (UKM) bakso yang masih menggunakan metode manual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan struktur rangka mesin pencetak bakso kapasitas 5 kg/jam guna memastikan keamanan dan kelayakan desain. Analisis dilakukan menggunakan metode elemen hingga (Finite Element Method) dengan bantuan software ANSYS Workbench 2025 R1 serta perhitungan teoritis manual. Material rangka yang digunakan adalah baja profil siku ASTM A36 dengan dimensi 30 x 30 x 3 mm. Pembebanan total yang disimulasikan sebesar 247,37 N yang berasal dari berat komponen mesin dan adonan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tegangan maksimum (Von Mises Stress) tertinggi terjadi pada bagian Upper Frame Depan sebesar 195,79 MPa pada simulasi ANSYS dan 195,70 MPa pada perhitungan teoritis. Nilai ini masih berada di bawah batas tegangan luluh (Yield Strength) material ASTM A36 yaitu 250 MPa. Nilai Safety Factor terendah yang didapatkan adalah 1,28, yang menunjukkan bahwa rangka mesin berada dalam kondisi aman untuk digunakan. Validasi antara hasil teoritis dan simulasi menunjukkan selisih yang sangat kecil, mengindikasikan keakuratan model yang dibuat.