Lisdahayati Lisdahayati
Program Studi D-III Keperawatan Baturaja, Poltekkes Kemenkes Palembang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN KUALITAS HIDUP PASIEN TUBERKOLOSIS DENGAN HIPERSENSITIVITAS OAT MELALUI TERAPI INTEGRATIF: A CASE REPORT Ni Ketut Sujati; Laila Fadhilah; Nelly Rustiati; Lisdahayati Lisdahayati; M Agung Akbar
Menara Medika Vol 8, No 2 (2026): VOL 8 NO 2 MARET 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v8i2.7374

Abstract

Pendahuluan: Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi kronis yang masih menjadi masalah kesehatan global dengan angka kejadian tinggi dan munculnya resistensi terhadap obat anti-tuberkulosis (OAT). Penggunaan OAT jangka panjang sering menimbulkan reaksi hipersensitivitas yang dapat menurunkan kepatuhan terapi dan kualitas hidup pasien. Pendekatan terapi integratif melalui kombinasi akupunktur, herbal, fisioterapi, dan modifikasi diet diharapkan dapat mengurangi efek samping OAT dan mempercepat pemulihan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan terapi integratif terhadap peningkatan kualitas hidup pasien tuberkulosis dengan hipersensitivitas terhadap OAT. Metode: Penelitian ini menggunakan desain laporan kasus (case report) pada satu pasien perempuan berusia 25 tahun dengan diagnosis TB paru aktif dan hipersensitivitas OAT. Intervensi dilakukan selama empat bulan melalui kombinasi akupunktur, terapi herbal (Yue Hua Wan, yin chai Hu, Chaihu Shu Gan, dan Kencur), fisioterapi dada, serta modifikasi diet berbasis “Isi Piringku”. Pemantauan dilakukan terhadap gejala klinis, berat badan, tekanan darah, dan hasil pemeriksaan GeneXpert. Hasil: Setelah empat bulan intervensi, pasien mengalami peningkatan berat badan dari 35 kg menjadi 43 kg, perbaikan nafsu makan, kualitas tidur, serta penurunan gejala gastrointestinal tanpa efek samping tambahan. Hasil GeneXpert menunjukkan MTB not detected, menandakan keberhasilan eradikasi infeksi. Kesimpulan: Terapi integratif efektif dalam mengurangi reaksi hipersensitivitas OAT, meningkatkan status fungsional, dan memperbaiki kualitas hidup pasien. Pendekatan ini menunjukkan sinergi positif antara pengobatan tradisional dan terapi medis konvensional. Saran: Penelitian lanjutan dengan desain uji klinis terkontrol diperlukan untuk menilai efektivitas jangka panjang dan mengembangkan panduan praktik terapi integratif pada pasien tuberkulosis dengan hipersensitivitas obat.
Management of Urinary Incontinence with Kegel Gymnastics in Elderly Patients with Urine Elimination Disorders Lisdahayati Lisdahayati; Gunardi Pome; Zanzibar Zanzibar; Saprianto Saprianto; Zeta Viona
Lentera Perawat Vol. 6 No. 1 (2025): January - March
Publisher : School of Health Sciences Al-Ma'arif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v6i1.444

Abstract

Urinary incontinence is a common issue among the elderly caused by pelvic floor muscle weakness and significantly impacts their quality of life. Objective: This study aims to describe the implementation of Kegel exercises to reduce urinary incontinence symptoms in elderly patients at the Tanjung Agung Health Center. Methods: This descriptive study employed a case study approach involving two elderly patients with urinary incontinence. The intervention included education, demonstration, and evaluation of Kegel exercises conducted over four weeks. Results: Both patients showed a significant reduction in urination frequency, from 14-16 times per day to 5-6 times per day. They also reported improved urinary control and a better quality of life. Conclusion: Kegel exercises are an effective intervention to reduce urinary incontinence symptoms in the elderly. Recommendation: Nurses are encouraged to integrate Kegel exercises into geriatric nursing management with family support to enhance therapy outcomes.