Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGARUH TERAPI ROM TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT PADA PASIEN STROKE Rendi Apriyaldi; Rima Berlian Putri
Menara Medika Vol 7, No 1 (2024): VOL 7 NO 1 SEPTEMBER 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v7i1.5688

Abstract

Pendahuluan : Stroke merupakan gangguan sirkulasi pada otak yang menimbulkan penyakit pada bagian tubuh lainnya, stroke non hemoragik menyebabkan keterlambatan pergerakan akibat kelemahan otot.  Tujuan : Case report ini dapat memahami, menjelaskan dan menerapkan praktik berbasis bukti dalam keperawatan professional, dilakukan latihan Range Of Motion (ROM) terhadap peningkatan penyembuhan kekuatan otot yang dilakukan pada pasien stroke di Rumah Sakit Royal Taruma Jakarta. Metode Penelitian: yang digunakan adalah Quasy Experiment khususnya pretest-posttest design. Yaitu dengan melakukan observasi sebelum dan sesudah dilakukan intervensi tanpa kelompok kontrol. Terdapat dua kelompok intervensi yaitu 2 kelompok yang diberikan latihan Range Of Motion (ROM) terhadap peningkatan penyembuhan kekuatan otot yang dilakukan pada pasien stroke selama 4  hari berturut-turut dan dilakukan 2 kali sehari. Hasil: Sementara setelah pemberian latihan ROM pada lansia rerata nilai mean menunjukkan kenaikan rerata dengan nilai mean (3.25 dan SD 0.957) atau kekuatan otot lansia berada pada kategori sedang dengan nilai p-value (0.007) atau kurang dari nilai signifikansi p-value 0.05 yang artinya ada pengaruh pelaksanaan latihan Range Of Motion (ROM) pada lansia terhadap peningkatan kekuatan otot setelah dilakukan intervensi Kesimpulan: Terdapat perbedaan kekuatan otot pada kelompok intervensi dan kelompok control, hasil ini menunjukkan ada pengaruh pelaksanaan latihan Range Of Motion (ROM) pada lansia kelompok control dan kelompok intervensi terhadap peningkatan kekuatan otot setelah dilakukan intervensi Range Of Motion (ROM).
Hubungan Peran Keluarga Terhadap Perilaku Pencegahan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Puskesmas Pembantu Petogogan Wilayah Kerja Puskesmas Kebayoran Baru Jakarta Selatan Juminatun Nur Kasanah; Rima Berlian Putri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.526

Abstract

Latar Belakang : Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan peran keluarga terhadap perilaku pencegahan kejadian DBD di Puskesmas Pembantu Petogogan, Wilayah Kerja Puskesmas Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tahun 2024. Metode : Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 100 responden yang dipilih secara accidental sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner, dengan analisis data univariat dan bivariat menggunakan Chi-Square. Hasil : Dari 100 responden, 76% perempuan, 64% berpendidikan menengah, 50% bekerja, dan 50% tidak bekerja. Sebanyak 36% memiliki peran keluarga yang baik, sementara 64% kurang baik. Hanya 15% yang memiliki perilaku pencegahan DBD yang baik, dan 85% kurang baik. Uji Chi-Square menunjukkan p-value 0,017 < 0,05 menunjukkan hubungan signifikan antara peran keluarga dan perilaku pencegahan DBD. Kesimpulan : Terdapat hubungan signifikan antara peran keluarga terhadap perilaku pencegahan DBD.
Efektivitas Swedish Massage untuk Menurunkan Tekanan Darah Pada Lansia Hipertensi di Rumah Sakit X Nova Siburian; Rima Berlian Putri; Maria Susila Sumartiningsih
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.773

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada lansia yang berkontribusi terhadap meningkatnya risiko komplikasi kardiovaskular, sehingga diperlukan intervensi komplementer yang aman dan mudah diterapkan untuk membantu mengontrol tekanan darah. Swedish Massage merupakan terapi non-farmakologis yang diketahui mampu meningkatkan relaksasi, memperlancar sirkulasi darah, serta menurunkan aktivitas sistem saraf simpatis. Tujuan dari penerapan intervensi ini adalah untuk mengidentifikasi efektivitas Swedish Massage terhadap penurunan tekanan darah pada lansia hipertensi. Metode yang digunakan adalah quasi-eksperimental dengan pendekatan pretest–posttest with control group, melibatkan kelompok intervensi yang diberikan Swedish Massage dan kelompok kontrol tanpa perlakuan. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah sesi intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji t-dependent dan t-independent. Hasil menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol (p = 0,002). Kelompok intervensi mengalami penurunan tekanan darah yang lebih konsisten dengan nilai Mean 1,41 (SD 0,401), sedangkan kelompok kontrol hanya menunjukkan perubahan minimal dengan Mean 1,09 (SD 0,001). Temuan ini membuktikan bahwa Swedish Massage lebih efektif dalam menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi dibandingkan tanpa intervensi. Dengan demikian, Swedish Massage dapat direkomendasikan sebagai salah satu terapi komplementer dalam praktik keperawatan gerontik untuk membantu pengelolaan hipertensi secara holistik.
Efektivitas Resusitasi Jantung Paru Terhadap Return Of Spontaneous Circulation Pada Pasien Henti Jantung Di IGD Rumah Sakit X Aldila Setyari Lestari; Ricky Riyanto Iksan; Rima Berlian Putri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.776

Abstract

Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) is a critical step that determines the success of rescuing cardiac arrest patients, especially in achieving Return of Spontaneous Circulation (ROSC). Purpose: This National CPR (National CPR) study aims to determine the effectiveness of training interventions on improving nurses' skills in performing CPR according to SOPs for cardiac arrest patients in the Emergency Department (ER). Method: The National CPR study used a quasi-experimental approach with a pre-test and post-test with a control group design. The study sample consisted of an intervention group and a control group, each of which had their CPR skills assessed using an observation sheet. Data analysis was performed using an Independent Sample t-test to determine differences in effectiveness between groups. Results: The effectiveness test showed a significant difference between the intervention and control groups with a p-value of 0.022 (<0.05). The mean score of the intervention group was 1.00, better than the control group at 1.75, indicating that the intervention was effective in improving nurses' skills in performing CPR according to SOPs. Conclusion: CPR has been proven effective in improving nurses' skills in the ER in performing CPR appropriately and according to standards.
Peningkatan Etos Kerja Perawat Pelaksana melalui Pelatihan Self-Leadership di Rumah Sakit X Rohina Wahyuning; Maria Susila Sumartiningsih; Rima Berlian Putri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.760

Abstract

Etos kerja perawat pelaksana dalam menjaga kualitas pelayanan keperawatan. Rendahnya motivasi, disiplin, dan komitmen dapat mempengaruhi kinerja profesional dan keselamatan pasien. Salah satu strategi yang dianggap efektif untuk meningkatkan etos kerja adalah pelatihan Self-leadership, yang bertujuan mengembangkan kemampuan kepemimpinan diri, pengendalian emosi, dan kesadaran profesional. Keberhasilan pelayanan keperawatan tidak hanya diukur dari keterampilan teknis, melainkan juga dari etos kerja yang dimiliki oleh perawat. Tujuan: EBN ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan Self-leadership terhadap tingkat etos kerja perawat pelaksana di Rumah Sakit X. Metode: desain quasi-eksperimental dengan pendekatan pre-test dan post-test pada dua kelompok, yaitu kelompok intervensi yang mengikuti pelatihan dan kelompok kontrol yang tidak mengikuti pelatihan. Sampel terdiri dari perawat pelaksana yang dipilih secara purposive dan dibagi secara seimbang ke dalam kedua kelompok. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner etos kerja yang valid dan reliabel, dianalisis dengan perhitungan rata-rata (Mean), standar deviasi (SD), dan uji perbedaan signifikan antar kelompok. Hasil: menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol. Kelompok intervensi memperoleh Mean 1.03 (SD 0.004), sedangkan kelompok kontrol Mean 1.77 (SD 0.502) dengan P-Value = 0.000 (p < 0.05). Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan Self-leadership secara nyata meningkatkan motivasi, tanggung jawab, kedisiplinan, dan komitmen perawat. Sebaliknya, kelompok kontrol tidak mengalami perubahan berarti. Kesimpulan: pelatihan Self-leadership efektif dalam meningkatkan etos kerja perawat pelaksana di Rumah Sakit X, karena mendukung pengembangan kepemimpinan diri, pengendalian emosi profesionalisme.