Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH TERAPI ROM TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT PADA PASIEN STROKE Rendi Apriyaldi; Rima Berlian Putri
Menara Medika Vol 7, No 1 (2024): VOL 7 NO 1 SEPTEMBER 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v7i1.5688

Abstract

Pendahuluan : Stroke merupakan gangguan sirkulasi pada otak yang menimbulkan penyakit pada bagian tubuh lainnya, stroke non hemoragik menyebabkan keterlambatan pergerakan akibat kelemahan otot.  Tujuan : Case report ini dapat memahami, menjelaskan dan menerapkan praktik berbasis bukti dalam keperawatan professional, dilakukan latihan Range Of Motion (ROM) terhadap peningkatan penyembuhan kekuatan otot yang dilakukan pada pasien stroke di Rumah Sakit Royal Taruma Jakarta. Metode Penelitian: yang digunakan adalah Quasy Experiment khususnya pretest-posttest design. Yaitu dengan melakukan observasi sebelum dan sesudah dilakukan intervensi tanpa kelompok kontrol. Terdapat dua kelompok intervensi yaitu 2 kelompok yang diberikan latihan Range Of Motion (ROM) terhadap peningkatan penyembuhan kekuatan otot yang dilakukan pada pasien stroke selama 4  hari berturut-turut dan dilakukan 2 kali sehari. Hasil: Sementara setelah pemberian latihan ROM pada lansia rerata nilai mean menunjukkan kenaikan rerata dengan nilai mean (3.25 dan SD 0.957) atau kekuatan otot lansia berada pada kategori sedang dengan nilai p-value (0.007) atau kurang dari nilai signifikansi p-value 0.05 yang artinya ada pengaruh pelaksanaan latihan Range Of Motion (ROM) pada lansia terhadap peningkatan kekuatan otot setelah dilakukan intervensi Kesimpulan: Terdapat perbedaan kekuatan otot pada kelompok intervensi dan kelompok control, hasil ini menunjukkan ada pengaruh pelaksanaan latihan Range Of Motion (ROM) pada lansia kelompok control dan kelompok intervensi terhadap peningkatan kekuatan otot setelah dilakukan intervensi Range Of Motion (ROM).
Hubungan Peran Keluarga Terhadap Perilaku Pencegahan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Puskesmas Pembantu Petogogan Wilayah Kerja Puskesmas Kebayoran Baru Jakarta Selatan Juminatun Nur Kasanah; Rima Berlian Putri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.526

Abstract

Latar Belakang : Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan peran keluarga terhadap perilaku pencegahan kejadian DBD di Puskesmas Pembantu Petogogan, Wilayah Kerja Puskesmas Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tahun 2024. Metode : Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 100 responden yang dipilih secara accidental sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner, dengan analisis data univariat dan bivariat menggunakan Chi-Square. Hasil : Dari 100 responden, 76% perempuan, 64% berpendidikan menengah, 50% bekerja, dan 50% tidak bekerja. Sebanyak 36% memiliki peran keluarga yang baik, sementara 64% kurang baik. Hanya 15% yang memiliki perilaku pencegahan DBD yang baik, dan 85% kurang baik. Uji Chi-Square menunjukkan p-value 0,017 < 0,05 menunjukkan hubungan signifikan antara peran keluarga dan perilaku pencegahan DBD. Kesimpulan : Terdapat hubungan signifikan antara peran keluarga terhadap perilaku pencegahan DBD.
Efektivitas Swedish Massage untuk Menurunkan Tekanan Darah Pada Lansia Hipertensi di Rumah Sakit X Nova Siburian; Rima Berlian Putri; Maria Susila Sumartiningsih
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.773

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada lansia yang berkontribusi terhadap meningkatnya risiko komplikasi kardiovaskular, sehingga diperlukan intervensi komplementer yang aman dan mudah diterapkan untuk membantu mengontrol tekanan darah. Swedish Massage merupakan terapi non-farmakologis yang diketahui mampu meningkatkan relaksasi, memperlancar sirkulasi darah, serta menurunkan aktivitas sistem saraf simpatis. Tujuan dari penerapan intervensi ini adalah untuk mengidentifikasi efektivitas Swedish Massage terhadap penurunan tekanan darah pada lansia hipertensi. Metode yang digunakan adalah quasi-eksperimental dengan pendekatan pretest–posttest with control group, melibatkan kelompok intervensi yang diberikan Swedish Massage dan kelompok kontrol tanpa perlakuan. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah sesi intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji t-dependent dan t-independent. Hasil menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol (p = 0,002). Kelompok intervensi mengalami penurunan tekanan darah yang lebih konsisten dengan nilai Mean 1,41 (SD 0,401), sedangkan kelompok kontrol hanya menunjukkan perubahan minimal dengan Mean 1,09 (SD 0,001). Temuan ini membuktikan bahwa Swedish Massage lebih efektif dalam menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi dibandingkan tanpa intervensi. Dengan demikian, Swedish Massage dapat direkomendasikan sebagai salah satu terapi komplementer dalam praktik keperawatan gerontik untuk membantu pengelolaan hipertensi secara holistik.
Efektivitas Resusitasi Jantung Paru Terhadap Return Of Spontaneous Circulation Pada Pasien Henti Jantung Di IGD Rumah Sakit X Aldila Setyari Lestari; Ricky Riyanto Iksan; Rima Berlian Putri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.776

Abstract

Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) is a critical step that determines the success of rescuing cardiac arrest patients, especially in achieving Return of Spontaneous Circulation (ROSC). Purpose: This National CPR (National CPR) study aims to determine the effectiveness of training interventions on improving nurses' skills in performing CPR according to SOPs for cardiac arrest patients in the Emergency Department (ER). Method: The National CPR study used a quasi-experimental approach with a pre-test and post-test with a control group design. The study sample consisted of an intervention group and a control group, each of which had their CPR skills assessed using an observation sheet. Data analysis was performed using an Independent Sample t-test to determine differences in effectiveness between groups. Results: The effectiveness test showed a significant difference between the intervention and control groups with a p-value of 0.022 (<0.05). The mean score of the intervention group was 1.00, better than the control group at 1.75, indicating that the intervention was effective in improving nurses' skills in performing CPR according to SOPs. Conclusion: CPR has been proven effective in improving nurses' skills in the ER in performing CPR appropriately and according to standards.
Peningkatan Etos Kerja Perawat Pelaksana melalui Pelatihan Self-Leadership di Rumah Sakit X Rohina Wahyuning; Maria Susila Sumartiningsih; Rima Berlian Putri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.760

Abstract

Etos kerja perawat pelaksana dalam menjaga kualitas pelayanan keperawatan. Rendahnya motivasi, disiplin, dan komitmen dapat mempengaruhi kinerja profesional dan keselamatan pasien. Salah satu strategi yang dianggap efektif untuk meningkatkan etos kerja adalah pelatihan Self-leadership, yang bertujuan mengembangkan kemampuan kepemimpinan diri, pengendalian emosi, dan kesadaran profesional. Keberhasilan pelayanan keperawatan tidak hanya diukur dari keterampilan teknis, melainkan juga dari etos kerja yang dimiliki oleh perawat. Tujuan: EBN ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan Self-leadership terhadap tingkat etos kerja perawat pelaksana di Rumah Sakit X. Metode: desain quasi-eksperimental dengan pendekatan pre-test dan post-test pada dua kelompok, yaitu kelompok intervensi yang mengikuti pelatihan dan kelompok kontrol yang tidak mengikuti pelatihan. Sampel terdiri dari perawat pelaksana yang dipilih secara purposive dan dibagi secara seimbang ke dalam kedua kelompok. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner etos kerja yang valid dan reliabel, dianalisis dengan perhitungan rata-rata (Mean), standar deviasi (SD), dan uji perbedaan signifikan antar kelompok. Hasil: menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol. Kelompok intervensi memperoleh Mean 1.03 (SD 0.004), sedangkan kelompok kontrol Mean 1.77 (SD 0.502) dengan P-Value = 0.000 (p < 0.05). Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan Self-leadership secara nyata meningkatkan motivasi, tanggung jawab, kedisiplinan, dan komitmen perawat. Sebaliknya, kelompok kontrol tidak mengalami perubahan berarti. Kesimpulan: pelatihan Self-leadership efektif dalam meningkatkan etos kerja perawat pelaksana di Rumah Sakit X, karena mendukung pengembangan kepemimpinan diri, pengendalian emosi profesionalisme.
Efektifitas Terapi Nebulizer terhadap Frekuensi Nafas pada Lansia Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) di Rumah Sakit X Noviana Noviana; Rima Berlian Putri; Ricky Riyanto Iksan
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v9i1.786

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia. Terapi Nebulizer merupakan salah satu intervensi yang sering digunakan untuk membantu memperbaiki fungsi perNafasan melalui pemberian obat bronkodilator secara efektif. Tujuan: EBN ini bertujuan menganalisis perbandingan frekuensi Nafas sebelum intervensi pada pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) yang menerima terapi Nebulizer dan kelompok kontrol tanpa terapi. Metode: EBN menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pre-post test control group. Responden dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Pengukuran frekuensi Nafas dilakukan sebelum intervensi menggunakan instrumen observasi standar. Data dianalisis untuk mengetahui perbedaan kondisi awal kedua kelompok sebelum pemberian terapi. Hasil: menunjukkan bahwa kelompok intervensi memiliki rerata frekuensi Nafas sebesar 1,41 dengan SD 0,402, sedangkan kelompok kontrol memiliki rerata 1,06 dengan SD 0,109. Nilai p-value 0,002 menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kedua kelompok sebelum intervensi dilakukan (p < 0,05). Hal ini mengindikasikan kondisi awal responden tidak setara dan terdapat perbedaan tingkat gangguan perNafasan antara kelompok intervensi dan kontrol. Kesimpulan: Terdapat perbedaan bermakna kondisi awal frekuensi Nafas antara kelompok intervensi dan kontrol pada pasien PPOK. Evaluasi efektivitas terapi Nebulizer perlu mempertimbangkan kondisi baseline responden agar hasil penelitian lebih akurat.
Hubungan Insomnia terhadap Kejadian Hipertensipada Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha X  Jakarta Selatan Desi Putri Utanti; Rima Berlian Putri; Maria Susila Sumartiningsih; Ricky Riyanto Iksan
Jurnal Kesmas Asclepius Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Kesmas Asclepius
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/ccjv0a14

Abstract

The purpose of this study was to identify the relationship between insomnia and the incidence of hypertension in the elderly at the Tresna Werdha X Social Home in South Jakarta. This study used a quantitative method with a cross-sectional analytical design that aimed to determine the relationship between two variables. The study population was all elderly people living at the Tresna Werdha X Social Home in South Jakarta with a total of 288 people. Data were collected using the Insomnia Rating Scale (IRS) questionnaire that had been translated into Indonesian by the Jakarta Biological Psychiatry Study Group (KSBPJ-IRS). The results showed a significance value of p < 0.001 (α = 0.05), which means there is a significant relationship between insomnia and blood pressure. The Chi-Square test value of 35.596 with degrees of freedom (df) = 1 strengthens the existence of a very strong relationship between the two variables. Thus, this study concludes that there is a significant relationship between insomnia and the incidence of hypertension in the elderly at the Tresna Werdha X Social Home in South Jakarta. Keywords: Elderly, Hypertension, Insomnia.
Psikoedukasi pada Pasien Ulkus Diabetik di Rumah Sakit X Okta Mariana Br Panjaitan; Maria Susila Sumartiningsih; Rima Berlian Putri; Roza Indra Yeni
Jurnal Kesmas Asclepius Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Kesmas Asclepius
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/9x53mn50

Abstract

This study aims to determine the description of psychoeducation in diabetic ulcer patients. The research design uses a quantitative approach. The population in this study were all diabetic ulcer patients undergoing treatment, with a population and sample of 30 respondents. The research instrument used a psychoeducation questionnaire that had been tested for its feasibility. Data analysis was carried out univariately to describe the frequency distribution, mean value, and standard deviation. The results showed that the majority of diabetic ulcer patients were in the moderate psychoeducation category, namely 17 respondents (56.7%), while the low category was 6 respondents (20.0%) and the high category was 7 respondents (23.3%). The average psychoeducation score was 7.99 with a standard deviation of 0.871, which indicates that the level of psychoeducation of respondents was relatively homogeneous. In conclusion, the majority of diabetic ulcer patients have a moderate level of psychoeducation, so structured and ongoing efforts to improve psychoeducation are still needed to achieve a high level. Keywords: Diabetic Ulcers, Patients, Psychoeducation.  
Tingkat Stres dengan Binge Eating Disorder pada Remaja di Kelurahan X Jakarta Barat Maria D Tekege; Rima Berlian Putri; Ricky Riyanto Iksan; Roza Indra Yeni
Jurnal Kesmas Asclepius Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Kesmas Asclepius
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/x88aax27

Abstract

This study aims to analyze the relationship between stress levels and Binge eating Disorder in adolescents in X Village, West Jakarta. The study design used a quantitative analytical approach with a cross-sectional approach. The sample consisted of 55 adolescents selected using a total sampling technique. Data were collected using a stress level questionnaire (adapted from the Perceived Stress Scale) and the Binge eating Scale. Data were analyzed using univariate and bivariate methods using the Chi-Square test. The results showed a significant relationship between stress levels and Binge eating Disorder (p = 0.003). Adolescents with high stress levels were more likely to experience binge eating behavior than adolescents with low stress levels. The conclusion of this study suggests that stress plays a significant role in the development of Binge eating Disorder in adolescents. Nursing interventions focused on stress management need to be developed as an effort to prevent eating disorders in adolescents. Keywords: Adolescents, Binge eating Disorder, Stress.
Overview General The Relationship Between Parental Support and Children's Anxiety During Infusion Installation in The Children's Room at Hospital X Kristina Mei Hariaty Siburian; Roza Indra Yeni; Rima Berlian Putri; Ricky Riyanto Iksan
Jurnal Life Birth Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Life Birth
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jlb.v10i1.896

Abstract

Background: Child anxiety during medical procedures, such as intravenous (IV) insertion, is a common issue that can affect both comfort and the success of the procedure. Parental support plays a crucial role in helping children manage this anxiety. This study aimed to examine the relationship between parental support and the level of child anxiety during IV insertion in the Pediatric Ward of Ciputra Hospital Citra Garden City. This study employed an analytic quantitative design with a cross-sectional approach. The population consisted of 67 respondents, and the sample included 67 children undergoing IV insertion along with their accompanying parents, selected using a total sampling technique. Data were collected using questionnaires to measure parental support and the children’s anxiety levels. Data analysis was performed using the Chi-Square test to determine the relationship between parental support and child anxiety levels. The results showed that most respondents received high parental support, with 52 respondents (77.6%). Statistical analysis indicated a significant relationship between parental support and the children’s anxiety levels (p = 0.032). The study concludes that parental support is an important factor in reducing child anxiety during medical procedures. These findings can serve as a basis for healthcare professionals to actively involve parents in child care and as a reference for developing family education programs focused on managing child anxiety.