This Author published in this journals
All Journal Jurnal AFIAT
Gianika Salsa Raharja
Universitas Islam As-Syafi'iyah

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN KETERGANTUNGAN SMARTPHONE DENGAN NOMOPHOBIA PADA REMAJA DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 KOTA BOGOR TAHUN 2022 Gianika Salsa Raharja; Agus Sumarno
Afiat Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v9i2.3483

Abstract

Masa remaja ialah masa konflik karena biasanya remaja ingin merasa bebas namun orang tua membatasi kebebasan remaja. Ada banyak permasalahan ketika remaja sedang berada di fase penyesuaian diri yaitu kenakalan remaja seperti merokok, pergaulan bebas, dan ketergantungan smartphone. Ketergantungan smartphone menyebabkan pengguna menjadi tidak dapat mengontrol dirinya ketika menggunakan smartphone. Jika remaja tidak dapat mengontrol dirinya ini mengarah pada gangguan kecemasan baru yang disebut nomophobia. Selain nomophobia ada beberapa dampak dari ketergantungan smartphone seperti perilaku konsumtif, psikologis terganggu dan berkurangnya relasi sosial. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan ketergantungan smartphone dengan nomophobia pada remaja di MAN 1 Kota Bogor. Metode Penelitian deskriptif korelasi. Sampel diambil dengan teknik Proporsional Random Sampling sebanyak 151 responden. Teknik analisis penelitian menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan Chi-Square α= 5%. Hasil Penelitian menunjukkan ketergantungan smartphone berat sebanyak (55.6%) dan memiliki pengaruh pengaruh pada nomophobia berat sebanyak (43.7%). Dari hasil analisis diperoleh value Chi-Square 85.629a nilai ini lebih besar dari a= 5% maka hipotesis tolak H0. Simpulan terdapat hubungan antara ketergantungan smartphone dengan nomophobia pada remaja di MAN 1 Kota Bogor. Saran agar sekolah diharapkan dapat memberikan motivasi terhadap para guru untuk menonaktifkan internet sementara waktu saat Kegiatan Belajar Mengajar sedang berlangsung, memberikan tugas kelompok agar lebih banyak komunikasi interpersonal antar siswa dan mengadakan kegiatan piket kelas agar lebih banyak interaksi untuk meminimalisir terjadinya ketergantungan smartphone dan nomophobia pada remaja.