This Author published in this journals
All Journal Jurnal AFIAT
Siti Fatimah
Universitas Islam As-Syafi’iyah

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA KADAR HEMOGLOBIN IBU SAAT MASA KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI POSYANDU CAHAYA PERMATA 2 RW 02 JATIKRAMAT, JATIASIH BEKASI Nabila Arjuwani; Imelda Pujiharti; Siti Fatimah; Ali Ilham Sofiyat
Afiat Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v10i1.3818

Abstract

Prevalensi stunting selama 10 tahun terakhir menunjukkan tidak adanya perubahan yang signifikan dan ini menunjukkan bahwa masalah stunting perlu ditangani segera. Stunting kondisi dimana tinggi badan balita tidak sesuai dengan umurnya. Kadar hemoglobin ibu saat masa kehamilan menjadi salah satu faktor yang memicu terjadunya stunting akibat kurangnya nutrisi yang sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Hemoglobin dengan kadar 11-13 g/dL dikatakan normal untuk ibu hamil. Metode Penelitian menggunakan jenis deskriptif dengan metode observasi, pendekatan Cross Sectional dan menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan chi-square dengan a= 5%. Adapun jumlah populasi pada penelitian ini sebanyak 54 responden, teknik pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling. Hasil Penelitian menunjukkan responden yang tidak mengalami kejadian stunting sebanyak 31 responden (57,4%) dan kadar hemoglobin baik sebanyak 30 orang (55,6%). Hasil analisis bivariat dengan uji person chi-square menunjukkan nilai P value (Asymp.Sig.(2-sided)) = 0.003 nilai ini < 0,05 atau α = 5% Simpulan terdapat hubungan antara kadar hemoglobin ibu saat masa kehamilan dengan kejadian stunting pada balita. Saran diharapkan ibu dapat meningkatkan mutu kesehatan anak, yang diawali dengan penyediaan konsumsi yang layak bagi anak, selanjutnya ibu juga diharapkan dapat ikut berperan aktif, jika diselenggarakan penyuluhan terkait kejadian stunting pada anak